Menu

Nama Ali Mochtar Ngabalin Menguat Jadi Cawapres?

  Dibaca : 77 kali
Nama Ali Mochtar Ngabalin Menguat Jadi Cawapres?

Jelang dibukanya pendaftaran pasangan Capres-Cawapres, tensi politik Indonesia makin memanas.

Saling serang pernyataan tendensius kini menjadi konsumsi publik hari per hari. Bersatunya dua kubu politik, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto memang mengubah peta perpolitikan dua kubu koalisi.

Nama Cawapres Jokowi yang awalnya mulai mengerucut, kini melebar kembali. Alasannya jelas, Jokowi berhitung cermat siapa pasangan yang akan diajukan menjadi pesaingnya.

Kehebatan strategi politik SBY dipadu kharisma Prabowo Subianto mulai membuat kubu koalisi pemerintah bergidik. Mereka khawatir jika salah memilih wakil, Jokowi bisa saja tersungkur dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

Kini, nama politikus nyentrik Ali Mochtar Ngabalin dikabarkan mulai mencuat menjadi nama calon wakil Presiden Jokowi. Putra Papua Barat itu dinilai menjadi calon ideal situasi terkini untuk melengkapi Jokowi.

Ali Mochtar Ngabalin yang identik dengan serban akan membawa keseimbangan perwakilan Indonesia Timur bagi Joko Widodo. Ali yang merupakan seorang mubalig juga mewakili kalangan Islam dan ulama melengkapi nasionalis Jokowi.

Karakter khas Indonesia timur milik Ali Mochtar Ngabalin yang meledak-ledak, bakal menjadi kombinasi pas untuk kekaleman Solo Jokowi.

Lebih dalam secara politis, Ali Mochtar Ngabalin pernah memiliki histori kedekatan dengan beberapa tokoh sentral yang berada di koalisi oposisi.

Ketika menjadi anggota DPR, Ali tercatat berani mengritik Presiden SBY karena menahan Rizieq Shihab, tokoh yang kini menjadi magnet alumni 212. Anak putri Raja Arguni Kokas Fak-fak itu juga mengenal dekat Yusril Izha Mahendra ketika masih bergabung di Partai Bulan Bintang (PBB).

Pada Pilpres tahun 2014, Ali Mochtar Ngabalin masuk dalam Timses Prabowo-Hatta. Secara strategi, dia sangat mengerti keadaan dapur dan gudang amunisi para lawan Jokowi.

Kehebatan retorika dan berdebat doktor komunikasi ini pun dianggap bisa meng-counter serangan koalisi oposisi. Hal ini bisa menjadi kekuatan Jokowi saat pelaksanaan kampanye hingga debat Capres-Cawapres.

Mungkin banyak pihak menilai, selama ini Ali Mochtar berada di pihak seberang yang selalu menyerang Jokowi. Tapi pengakuan alasan utamanya berbalik mendukung sang presiden, sudah cukup menjawab keraguan itu.

Ali Mochtar Ngabalin termasuk satu dari jutaan orang bukan pemilih Jokowi di 2014, yang terharu melihat kinerja selama empat tahun menjabat. Dia objektif menilai kerja keras Jokowi dan timnya sangat signifikan untuk Indonesia.

Ali Mochtar Ngabalin mengaku terkejut melihat infrastruktur dan pembangunan di Papua yang meningkat drastis. Papua di masa pemerintahan Jokowi tak lagi terpinggirkan dan menjadi anak tiri Indonesia.

Ali bahkan ikhlas dan rela dicap pengkhianat mantan rekan-rekannya, karena hati nuraninya harus berani mengungkap sebuah kejujuran.

Kini Mochtar Ngabalin bersanding dengan tokoh berinisial M yang sempat menguat sebelumnya seperti Mahfud MD, Moeldoko, Maaruf Amin dan Muhaimin Iskandar.

Publik masih terus menunggu teka-teki sosok yang akan mendampingi Jokowi dalam pertarungan Pilpres 2019. Benarkah Ali Mochtar Ngabalin kini berada di posisi terdepan untuk posisi tersebut?

We’ll wait and see…

Editor:

Warning: array_merge(): Argument #2 is not an array in /home/editoria/public_html/wp-content/themes/editorial/inc/theme-actions.php on line 357
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional