Menu

Timnas U16, Jangan Emosional dan Boros Peluang (lagi)

  Dibaca : 617 kali
Timnas U16, Jangan Emosional dan Boros Peluang (lagi)
Jangan Emosional dan Boros Peluang (lagi), Garuda U-16

Semangat baru kini terlihat dari para pecinta sepak bola Indonesia pasca terpilihnya pengurus PSSI baru, akhir tahun 2016. Terbentuknya tiga tim nasional (U-23, U-19 dan U-16) membawa harapan dan mimpi yang tinggi.

Sayang, setelah persiapan kurang lebih 7 bulan hasil kurang maksimal didapat PSSI U-23 dan PSSI U-19.

PSSI U-23 yang diharapkan meraih medali emas di ajang SEA Games harus mengubur impiannya setelah kalah dramatis di babak semifinal kala bersua dengan tuan rumah Malaysia.

Meski begitu, penampilan ciamik yang ditampilkan selama turnamen banyak dipuji sejumlah masyarakat di tanah air karena para garuda U-23 tak pernah kalah dalam babak penyisihan.

Setali tiga uang, Timnas U-19 yang tampil dalam Piala AFF U-19 di Myanmar juga mendapati hasil yang kurang lebih sama dengan kakaknya.

Digadang-gadang bakal menjadi juara turnamen, para garuda muda harus terhempas lebih menyakitkan, kalah dalam drama adu penalti di babak semifinal oleh Thailand. Timnas U-19 yang sekali kalah saat dibantai Vietnam 3-0 di babak penyisihan, tak bisa mencetak gol selama 90 menit meski menguasai jalannya pertandingan.

KINI, adik bungsu garuda muda akan berlaga di Piala AFC U-16 2017 di Thailand, mulai Sabtu (16/9/2017). Mereka diharapkan bisa menuai hasil lebih baik dari dua kakaknya.

Langkah awal sudah dilalui cukup baik ketika Timnas U-16 Indonesia sukses mengawali langkah mereka di Kualifikasi Piala AFC U-16 dengan luar biasa. Tergabung di Grup G, Skuat Garuda belia sukses memetik kemenangan besar atas Kepulauan Marina Utara dengan skor besar 18-0.

Namun itu tak bisa membuat garuda muda berpuas diri, karena kualitas lawan yang dihadapi jauh di bawah tim Indonesia U-16. Ujian sebenarnya adalah saat fase gugur bertemu tim-tim sepadan.

Apalagi, evaluasi matang sudah dilakukan pelatih Fahri Husaini pasca gagal total kala mengikuti turnamen piala AFF U-15 di Vietnam setelah sebelumnya menjadi juara di ajang Tien Phong Plastic Cup 2017.

Satu hal yang patut digarisbawahi, belajar dari kesalahan dua tim garuda sebelumnya adalah faktor emosi, terlebih saat memasuki fase knockout.

Meski masih belia, pemain harus sebisa mungkin menahan diri agar tidak merugikan tim secara keseluruhan. Lihatlah bagaimana Hansamu Yama (U-23) dan Saddil Ramdani (U-19) yang tak bisa menahan emosi akhirnya berakibat fatal bagi hasil tim.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah ketenangan dan optimal memanfaatkan peluang. Andai saja Ezra Walian (U-23) dan Witan Sulaeman (U-19) berhasil mengkonversi peluang emas saat menguasai pertandingan menjadi gol, hasilnya bakal lain.

Memang, dewi fortuna bisa sekali dua kali dijadikan alasan tidak berpihak. Namun, dalam sepak bola modern, faktor teknis jauh lebih berpengaruh dibandingkan non teknis.

Ketua PSSI, Edy Rahmayadi langsung memberikan atensinya ketika melepas langsung para garuda belia di Stadion Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

“Timnas U-16 kita sudah siapkan sejak 2 Februari 2017. U-16 sudah disiapkan untuk kebanggaan Indonesia ke depan. Saya yakin dan percaya bangsa ini adalah bangsa pemenang,” katanya.

Fachri Husaini sang pelatih, telah memilih 23 nama pemain yang akan dibawanya bermain di turnamen tersebut. Playmaker legendaris timnas asal PKT Bontang diharapkan menghapus dahaga bangsa Indonesia yang nirgelar sedari lama.

Timnas U-16 berada di grup G. Di grup tersebut, skuat Merah Putih akan bersaing melawan Kepulauan Mariana Utara, Timor Leste Thailand, dan Laos.

“23 nama sudah terpilih, para garuda muda siap bertarung demi keharuman bangsa Indonesia. Mohon doa seluruh bangsa Indonesia,” kata Fahri.

250 Juta rakyat Indonesia kini menimpakan beban berat kepada para garuda belia, mimpi meraih gelar juara. Selamat berjuang para garuda belia…

Berikut daftar nama 23 pemain timnas U-16:

Kiper: Ahludz Dzikri Fikri , Ernando Ari Sutaryadi , Muhammad Risky Sudirman

Belakang: Mochammad Yudha Febrian, Liba Valentino Imwahyusyah, Muhammad Reza Fauzan, Ahmad Rusadi, Fadilah Nur Rahman, Miftakhul Septa Anjar Pradika, M. Salman.

Tengah: Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi, Brylian Negiehta Dwiki Aldama, David Maulana, Hamsa Lestaluhu, Komang Teguh Trisnanda, Fatah Aji Pratama

Depan: Miftahul Husyen Rahmatullah, Rendy Juliansyah, Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri, Andre Oktaviansyah, Mochammad Supriadi, Sutan Zico Armando, Amanar Abdillah.

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional