Menu

Asgardia, Negara Baru di Luar Angkasa yang diminati WNI

  Dibaca : 576 kali
Asgardia, Negara Baru di Luar Angkasa yang diminati WNI
Asgardia, Negara Baru di Luar Angkasa yang diminati WNI

Sebuah negara baru akan dibangun di luar angkasa. Negeri tersebut akan diberi nama Asgardia. Proses seleksi calon penduduknya sudah mulai dilakukan.

Tercatat sudah ratusan ribu penduduk bumi yang ingin migrasi ke luar angkasa untuk tempat tinggal baru mereka.

Indonesia masuk di urutan ke tujuh negara yang penduduknya menyatakan keinginannya tinggal di negeri di atas langit tersebut.

Apa itu Asgardia? Bagaimana melakukan pendaftaran untuk tinggal di negara baru tersebut? Berikut ulasannya.

Asgardia dicetuskan pertama kali oleh Igor Ashurbeyli, seorang ilmuwan asal Rusia yang berusia 53 tahun.

Meski tak pernah masuk dalam daftar orang terkaya versi majalah Forbes, Ashurbeyli merupakan miliuner hebat yang mendanai sendiri idenya tersebut.

Ashurbeyli dikenal sebagai ahli roket dan pendiri Socium, perusahaan perangkat lunak dengan peuluhan ribu karyawan.

Pendanaan pertama didapat dari perusahaannya, Aerospace International Research Center.

Diperkirakan jumlah dana yang dibutuhkan saat ini berkisar di US$ 100 miliar atau sekitar 1300 triliun.

Lahir di Ajerbaizan, dia pindah ke Moskow pada 1990 dan mengembangkan sains dan teknologi.

Konsepnya adalah mendirikan sebuah negeri yang berada di ketinggian sekitar 161-321 kilometer dari permukaan Bumi.

Ashurbeyli merencanakan Asgardia seperti stasiun luar angkasa Internasional (International Space Station), namun dengan penampilan dan ukuran yang lebih besar.

Proses pendirian Asgardia akan ditandai dengan peluncuran satelit tahun ini   melalui wahana ruang angkasa milik NASA yang akan dibawa ke stasiun ruang angkasa, International Space Station.

Dilaporkan momentum pengembangan negeri luar angkasa ini akan dimulai dengan pengiriman satelit ke luar angkasa dengan simbol Asgardia-1 pada tanggal 12 September 2017.

Dilansir dari situsnya, negara Asgardia adalah sebuah proyek global, proyek pemersatu dan proyek kemanusiaan. Konsep proyek ini terdiri dari aspek filosofis, legal dan teknologi.

Inti dari Asgardia adalah Peace in Space atau negeri kedamaian dan penuh rasa kemanusiaan.

Dari sisi teknologi, Asgardia juga akan melindungi Bumi dari ancaman objek luar angkasa, seperti komet, badai matahari, dan semua fenomena alam yang bisa membahayakan bumi.

Nama Asgardia diambil dari sebuah mitologi Norse kuno, Asgard yang merupakan sebuah kota di langit, negara para Dewa.

Awalnya negeri ini diperkirakan baru bisa menampung sekitar 150 ribu jiwa dan akan dikembangkan hingga bisa menampung sekitar 1,5 juta jiwa.

Asgardia sudah direncanakan akan menjadi negara berdaulat dengan pemerintahan, kedutaan, bendera, lagu kebangsaan dan lencana nasional, dan semua yang berhubungan dengan negara merdeka.

Bahkan, Ashurbeyli mengatakan Asgardia akan didaftarkan untuk mendapatkan pengajuan PBB sebagai bangsa pada 2018.

Sejak dibuka pendaftaran untuk warga Asgardia, sudah ratusan ribu dari berbagai negara di belahan dunia tertarik untuk pindah.

Cara mendaftarnya hanya dengan membuka situs Asgardia.space dan melakukan log in.

Log in pun disediakan melalui akun Facebook, Google dan Linkedin yang terkoneksi langsung dengan situs Asgardia.

Setelah mengisi data diri seperti nama, alamat, tanggal lahir, kota tempat tinggal, jenis kelamin, asal negara dan sejumlah data lain pendaftar akan menerima nomor ID.

Nantinya para pendaftar dari seluruh dunia akan diseleksi dan akan tersisa sesuai kuota yang bisa ditampung di Asgardia.

Yang menarik, kini hampir sepuluh ribu Warga Negara Indonesia (WNI) mendaftar sebagai penduduk Asgardia.

Indonesia ada di posisi ke tujuh pendaftar terbanyak di bawah Turki, Cina, Amerika Serikat, Brasil dan Inggris.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional