Menu

Awas, Narkoba Flakka Buat Penggunanya Jadi Zombie

  Dibaca : 255 kali
Awas, Narkoba Flakka Buat Penggunanya Jadi Zombie
Awas, Narkoba Flakka Buat Penggunanya Jadi Zombie

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso menegaskan narkoba jenis flakka sudah masuk di Indonesia setelah mendapat pembuktian dari laboratorium BNN.

“Jadi flakka yang kemarin di YouTube yang dilihat oleh masyarakat Indonesia ternyata sekarang sudah masuk di Indonesia, ini dari pembuktian laboratorium kita,” kata Waseso, Selasa (25/7/2017) .

Buwas mengimbau kepada masyarakat Indonesia terlebih para orang tua agar membantu BNN mengawasi peredaran narkoba tersebut.

Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat), Henry Yosodiningrat menambahkan, flakka memiliki zat aktif berupa fentanyl derifat. Zat ini memiliki potensi 10.000 kali lebih kuat dibanding morfin. Selain itu, flakka juga mengandung senyawa kimia berupa MDPV.

“Flakka juga memiliki potensi 100 kali lebih kuat daripada heroin. Ini adalah jenis narkoba baru yang sangat berbahaya,” ujar Henry

Sempat ramai di youtube beberapa orang yang bertingkah seperti zombie dan tidak merasa kesakitan meski badannya sudah penuh luka dan darah.

Lalu apa itu Narkoba Flakka? Bagaimana efeknya kepada manusia? Berikut penjelasannya

Narkoba Flakka adalah jenis narkoba baru yang cukup digemari di Amerika Serikat dan sejumlah negara lain.

Narkoba Flakka sebenarnya dibuat sebagai semacam obat sintetis pada tahun 2012. Namun pada akhirnya dilarang karena diketahui menimbulkan dampak yang sangat berbahaya.

Flakka terbuat dari senyawa kimia yang disebut sebagai Methylenedioxypyrovalerone (MDPV) yang kita kenal sebagai bahan utama pembuat garam mandi.

Capuran ini bisa membuat bagian otak yang mengendalikan mood dan produksi beberapa hormon layaknya dopamin dan serotonin terpengaruh.

Narkoba ini memiliki bentuk layaknya potongan kristal putih atau merah muda yang banyak kita temui pada batu-batu hiasan di dalam akuarium, ada juga yang menyebut narkoba ini dengan gravel.

Yang mengerikan, sejumlah pakar kesehatan menyebutkan meski mirip dengan kokain tetapi dampak yang diberikan pada tubuh ternyata jauh lebih berbahaya dari kokain.

Jika pengguna mengkonsumsi flakka dengan dosis yang tidak tepat, maka pengguna flakka akan mengalami kondisi yang disebut sebagai excited delirium. Pada kondisi ini, adrenalin tubuh akan meningkat tajam dan bisa memicu perilaku ekstrim. Disebutkan, Flakka dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 100 derajat Celsius.

Para pengguna berhalusinasi mereka memiliki kekuatan super sehingga bisa merusak mobil, menghancurkan benda-benda, hingga memukul orang lain.

Pemakaian narkoba Flakka bisa dengan berbagai cara seperti disuntikkan, disedot melalui hidung, dihisap hingga dipakai dalam vape.

Dalam dosis yang berlebihan dan penggunaan yang sering, pengguna mengalami kerusakan otak parah, gangguan ginjal, serangan jantung, stroke, pecahnya otot karena hipertermia atau naiknya suhu tubuh dengan cepat.

Pengguna yang sedang ‘on’ juga riskan mengalami luka parah karena kecelakaan yang dialami akibat halusinasi memiliki kekuatan super.

Pada bulan Mei 2017,  zat pada flakka juga telah diajukan ke Kementerian Kesehatan untuk dimasukkan sebagai Golongan I dalam lampiran UU Narkotika.

Saat ini flakka telah diatur dengan Permenkes nomor 2 tahun 2017 dengan nama kimia alfa PVP.

Flakka yang  nama lain Pyrrolidinopentiophenone merupakan senyawa kimia yang ditemukan tahun 1960 silam.

Flakka kini mulai dicari karena harganya yang lebih murah dari kokain namun dampaknya jauh melebihi ‘kakaknya’ tersebut.

Flakka di pasaran dibanderol dengan harga $5 hingga $10 saja. Bandingkan dengan kokain yang berharga sepuluh kali lipatnya yakni kisaran $50 hingga $100.

Amerika Serikat telah menetapkan Flakka sebagai satu dari obat sintetik yang digolongkan sebagai obat yang dilarang.

Sejumlah negara di Eropa seperti Inggris, Jerman, Spanyol dan lainnya juga mengambil langkah serupa dengan menetapkan Flakka sebagai obat ilegal yang digolongkan sebagai narkoba.

Sudah banyak korban yang meninggal baik sebagai pengguna ataupun korban serangan dari pengguna Flakka.

Yang begitu mencuat adalah kasus pembunuhan sepasang suami istri yang dilakukan seorang pemuda Agustus 2016.

Saat itu, wajah korban rusak berat akibat perbuatan pelaku yang diduga mengkonsumsi Flaka terlebih dahulu.

Ketika akan ditangkap, pelaku bahkan berontak seperti beruang yang ingin melempar petugas kepolisian.

Video para pengguna Flakka kini banyak terekam dan bisa disaksikan di chanel video Youtube.

Pengguna memang berperilaku seperti bukan manusia dan sangat menakuti bahkan membahayakan orang lain.

Penulis : Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional