Menu

GEGER, 1 Ton Narkoba jenis Sabu serbu Indonesia

  Dibaca : 341 kali
GEGER, 1 Ton Narkoba jenis Sabu serbu Indonesia
Polri gagalkan penyelundupan 1 ton narkoba jenis sabu di dermaga ekx Hotel Mandalika, Anyer, Serang, Banten. (foto: Tempo.co)

Geger! Polri berhasil mengungkap penyelundupan 1 ton narkoba jenis sabu senilai 1,5 triliun rupiah digagalkan masuk ke Indonesia melalui jalur laut. Kejadianya berlangsung dini hari Kamis (13/7/2017) di Dermaga eks Hotel Mandalika, jalan Anyer, Serang, Banten.

Satu ton narkoba jenis sabu tersebut dibawa menggunakan kapal besar untuk masuk ke perairan Indonesia kemudian dpindahkan ke perahu karet dengan mesin yang sangat halus untuk mengelabui petugas.

Di dermaga sudah ada 2 mobil siap mengangkut, disitulah Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih terdiri dari petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok menangkap basah para pelaku.

Dua pelaku berusaha melawan dan mecoba kabur dengan mobil hingga melukai salah satu petugas, petugas pun mengambil langkah tegas, timah panas bersarang di tubuh Ling Ming Hui hingga tewas, ia diduga sebagai pemimpin penyelundupan itu, dua pelaku Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu berhasil ditangkap sedangkan Hsu Yung Li berhasil kabur dan kini berstatus buron. Semua pelaku merupakan warga negara China.

Menurut Kapolda Metrojaya, Iriawan, tersangka sudah berada dua bulan di Indonesia dan menyamar sebagai wisatawan, ia pun sudah menjalin hubungan dengan pemain lokal serta melakukan survei selama di Jakarta.

Akan adanya serbuan 1 ton narkoba jenis sabu ini sudah terendus oleh Polri setelah mendapat informasi dari Kepolisian Taiwan sebulan yang lalu, bahwa akan ada penyelundupan narkoba dari China dengan jumlah besar ke Indonesia. Setelah mendapat informasi tersebut Polri langsung bergerak.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengapresiasi kinerja anak buahnya. “Saya sampaikan apresiasi karena itu cukup besar. Apresiasi kepada tim penangkap,” kata Tito saat berada di Semarang, Jawa Tengah.

Sebagai pimpinan Tito juga menegaskan kepada anak buahnya untuk tidak ragu-ragu bertindak apalagi berhadapan dengan bandar narkoba, bahkan jika harus melepaskan tembakan. “Pokoknya bandar melawan, selesaikan saja. Tidak apa-apa, lanjutkan,” tegas Tito dilansir Kompas.com pada Kamis (13/7/2017).

Dengan terungkapnya kasus ini, membuktikan bahwa Indonesia masih darurat narkoba, aparat dituntut bekerja ekstra untuk menangkal masuknya narkoba ke Indonesia. Jalur tikus seperti dermaga-dermaga kecil harus menjadi perhatian petugas.

Hal ini juga ditegaskan oleh Kapolda Metro Jaya, Iriawan. “Kita akan telusuri, yang jelas dari laut. Jalur laut sudah kita endus, sudah lama juga, daerah Banten dan Jakarta juga,” tandasnya.

Kamis (13/7) juga merupakan hari Narkoba Internasional, bertepatan dengan itu kasus terbesar dalam sejarah Narkoba di Indonesia juga terungkap, bisa dikatakan ini sebagai hadiah bagi masyarakat Indonesia.

Diharapkan aparat tidak mengendurkan kesigapan untuk menangkap para penjahat narkoba jaringan internasional. Bravo Polri!

Harvey Jersic

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional