Menu

Dokter Meninggal karena Forsir Empat Hari, RS: Hoax

  Dibaca : 310 kali
Dokter Meninggal karena Forsir Empat Hari, RS: Hoax
Dokter Meninggal karena Forsir Jaga, RS: Hoax

Seorang dokter anestesi dr. Stefanus Taofik, Sp.An meninggal dunia di saat menjalankan tugasnya di RSPI Bintaro Jaya.

Awalnya, penyebab kematian dokter tersebut disebutkan karena mengalami gangguan jantung karena bertugas jaga selama empat hari non stop. Hal ini dilakukan karena ingin memberikan kesempatan para koleganya untuk merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga.

Informasi kematian dokter tersebut berawal dari akun twitter @blogdokter, yang menyebutkan dr Stefanus Taofik meregang nyawa sat harus menjalankan tugas jaga selama empat hari berturut-turut di tiga rumah sakit untuk memberikan kesempatan seniornya berlebaran.

Dokter yang berasal dari Cakranegara, Lombok, NTB ini ditemukan tak bernyawa di kamar jaga. Diduga dia meninggal karena kelelahan yang menyebabkan gagal jantung.

Namun,  penjelasan pihak RS melalui surat yang ditujukan kepada Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menyatakan hal tersebut adalah informasi yang tidak benar atau Hoax.

“Pihak RS menjelaskan bahwa Stefanus menangani satu pasien di ICU dan satu pasien operasi sedang pada saat bertugas pada 24 sampai 25 Juni 2017,” kata Kuntjoro Adi.

Sementara itu, Pihak Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya mengaku sangat kehilangan atas kejadian yang menimpa dokter yang bertugas di Rumah Sakit.

“Saat ini kami sedang berduka kehilangan sosok dokter Stefanus Taofik,” ucap Humas RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Hestia Amriani.

Dia menjelaskan almarhum sudah bekerja sesuai prosedur dan tidak diforsir selama empat hari seperti informasi yang beredar.

“Kejadiannya memang saat jam jaga tetapi Almarhum tidak jaga piket 5 hari berturutan tapi hanya 2×24 jam,” tambahnya.

Pihak rumah sakit belum bisa memberikan keterangan lebih soal detail penyebab kematian dokter Stefanus Taofik. Pihak RS harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Almarhum yang masih berusia 35 tahun, meninggalkan seorang istri yang sedang menempuh pendidikan dokter spesialis kebidanan dan kandungan serta seorang putra.

Kabar kematian dokter tersebut langsung disambut ucapan bela sungkawa dari banyak dokter di seluruh Indonesia dan juga para warganet.

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional