Menu

Jelang Lebaran, Gubernur Bengkulu dan Istri Tertangkap KPK

  Dibaca : 253 kali
Jelang Lebaran, Gubernur Bengkulu dan Istri Tertangkap KPK
Jelang Lebaran, Gubernur dan Istri Tertangkap KPK

Lima hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya Lili Madari dalam operasi tangkap tangan(OTT), Selasa (20/6/2017).

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan penangkapan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya terkait dugaan suap proyek jalan.

Selain keduanya, KPK mengamankan tiga orang lainnya yakni pengusaha dan pihak perantara.

“5 orang yang ditangkap, Gubernur, istri, pengusaha, perantara satu sama pembantu perantara satu orang. Itu kayaknya (terkait) peningkatan jalan, suap mungkin. Saya baru dilapori lewat telepon, jadi belum detail,” kata Agus.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menambahkan, pihak perantara dugaan suap merupakan bendahara partai di Bengkulu.

Menurut Febri, Gubernur Bengkulu beserta istri dan tiga orang lainnya akan diperiksa terlebih dahulu sebelum penentuan status hukum.

Pihaknya memiliki waktu paling lama 24 jam sebelum menetapkan status kelima orang yang ditangkap.

Dari operasi tangkap tangan tersebut, tim juga berhasil menyita sejumlah uang yang diduga uang suap sebagai komitmen fee dari sebuah proyek di wilayah Bengkulu.

Ridwan Mukti dan istri sudah diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut oleh KPK.

Partai Golkar lewat Sekretaris Jenderal Idrus Marham langsung menugaskan  pengurus di daerah untuk memberikan laporan tentang kasus ini.

Ridwan Mukti kini memang tercatat sebagai fungsionaris DPP Partai Golkar. Ridwan baru satu tahun menjabat gubernur Bengkulu. Ridwan kelahiran Lubuk Linggau Sumatera Selatan pada 21 Mei 1963. Dia menjabat gubernur Bengkulu periode 2016-2021.

Sebelumnya, Ridwan Mukti adalah Bupati Musi Rawas, Sumatera Selatan. Ridwan Mukti terpilih menjadi Bupati Musi Rawas pada pemilihan kepala daerah tahun 2005 dan terpilih kembali tahun 2010.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga mantan Ketua Umum Partai Golkar menyerahkan proses hukumnya ke KPK.

“Kita tunggulah prosesnya, apa yang terjadi sebenarnya, kita belum tahu jelasnya,” katanya.

Kalla mengapresiasi kinerja KPK meski ada pihak yang sering menyindir dengan istilah OTT recehan.

“Itu hal yang bagus sebenarnya. Jangan lupa OTT makin kecil itu bagus. Berarti tidak ada lagi transaksi besar,” tambahnya.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional