Menu

Jonru yang Kagum dengan Orang Sejenis

  Dibaca : 2616 kali
Jonru yang Kagum dengan Orang Sejenis
Jonru yang Kagum dengan Orang Sejenis

Serangan terhadap  Asa Firda Inayah atau yang lebih dikenal dengan Afi Nihaya Faradisa masih terus dilakukan.

Terlebih yang dilakukan seorang pegiat media sosial yang terlalu sering ‘khilaf’ menyebarkan berita hoax, Jonru Ginting.

Dalam status terbarunya Jumat (16/6/2017), dia kembali menyerang alumni SMA Negeri 1 Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur SMA tersebut.

Dia kemudian menuliskan sebuah kalimat untuk menyindir para pembela Afi.

“Hm…. Saya jadi ingat sebuah rumus kehidupan:

Seseorang hanya akan kagum kepada orang-orang yang SEJENIS dengannya,” tulis Jonru.

Kalimat yang ditulisakannya sontak menjadi bumerang yang balik menelanjangi dirinya sendiri.

Sudah menjadi fakta, selama ini Jonru diberikan gelar raja fitnah dan penyebar hoax. Banyak berita bohong yang berseliweran akibat ulah Jonru, kini masih bisa terlacak di internet.

Jonru diketahui menjadi pembela sejumlah tokoh yang bermasalah, juga yang koruptif dan intoleran termasuk Rizieq Shihab yang kini menjadi buronan.

Jonru lebih banyak menciptakan hal kontroversial dalam tulisannya semata kepentingan bisnis penjualan bukunya dan permintaan sumbangan untuk ‘aksi sosialnya’.

Jonru memang menjadi pendukung calon presiden yang gagal dalam Pilpres 2014 lalu. Sejak itu dia terus menyerang kebijakan pemerintahan saat ini.

Dia menjadi pembenci Presiden Joko Widodo dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama.

Lucunya, dia didukung mereka yang sama-sama berada di pihak yang kalah sewaktu Pilpres 2014 tersebut.

Jonru memang ingin menegaskan dia mendukung orang sejenis dan juga didukung orang sejenis.

Hal yang membuat keadaan semakin lucu adalah ketika dia menyebut dirinya benar dan orang lain yang menghujatnya adalah golongan setan.

Fenomena ini mengingatkan kita kepada keadaan yang sudah lama berlangsung.

Ungkapan ‘Yang waras ngalah’ terlalu lama mendapat legitimasi banyak orang. Banyak orang yang berdiam atas pendapat salah para ‘orang tak waras’.

Itu karena pendapat lebih baik mengalah daripada membuang waktu berdebat atau mengikuti pola pikir ‘orang tak waras’.

Alhasil, makin banyak ‘orang tak waras’ baru yang tercipta karena pembiaran itu.

Perlahan, komunitas ‘orang tak waras’ pun makin meningkat. Mereka kemudian dengan gagah memproklamirkan diri sebagai orang yang waras menyisihkan orang waras sebenarnya.

Hingga suatu ketika, pesan ulama senior NU, KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) ‘membangunkan’ orang waras yang selama ini diam.

Menurut Gus Mus, Orang waras kini tak boleh lagi mengalah dan terus berdiam. Jika hal ini terus dibiarkan, kelompok orang tak waras akan semakin menjadi-jadi.

Orang-orang seperti Jonru inilah yang kini merasa waras dan jenius dari orang waras sebenarnya. Dia makin pongah dan congkak ketika merasa banyak dukungan, meski sama-sama dari golongan orang tak waras.

Hal ini memang tak boleh dibiarkan terlalu lama, orang seperti Jonru harus diawasi karena menciptakan keresahan dalam berbangsa dan bernegara.

Memang harus diakui, kritikan terhadap pemerintah terkadang diperlukan. Namun jika kritikan harus dibumbui fitnah atau dengan berita bohong (hoax) yang tujuannya untuk mendatangkan kebencian, jelas tak bisa ditolerir.

Kepolisian tak bisa lagi membiarkan ‘orang tak waras’ yang sok pintar terus menebar ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan gesekan horizontal.

Tak boleh lagi ada orang yang berlindung di balik kebebasan berekspresi atau kekhilafan namun terus menyebarkan berita bohong.

Jangan lagi atas nama jualan buku dan ‘aksi sosial’ bebas membuat banyak orang resah dengan aksinya.

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

 

 

 

 

 

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional