Menu

Hati-Hati, Kini Pengguna Kostum Barcelona Akan Dipenjara

  Dibaca : 439 kali
Hati-Hati, Kini Pengguna Kostum Barcelona Akan Dipenjara
Hati-Hati, Kini Pengguna Kostum Barcelona Akan Dipenjara

Sejumlah negara resmi memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Total sudah sembilan negara yang memblokir hubungannya dengan Qatar.

Libya, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Maladewa, Yaman, Mauritius, Mauritania dan Arab Saudi sudah menyatakan putus hubungan dengan Qatar.

Belakangan konfilik tersebut kini menyasar dunia olahraga. Piala dunia 2022 yang bakal dilangsungkan di Qatar terancam pelaksanaannya.

Yang terbaru adalah kebijakan sejumlah negara tersebut yang melarang penggunaan atribut yang berbau Qatar.

Dilaporkan, penggunaan kostum Barcelona di UEA akan dikenakan denda plus  hukuman 15 tahun penjara.

Diketahui Barcelona selama beberapa tahun terakhir menggunakan dua sponsor asal Qatar, Qatar Foundation dan Qatar Airways.

Namun di awal musim nanti, Barcelona sudah menggunakan sponsor baru berasal dari negara Asia lainnya Jepang.

Barcelona kini mulai disponsori situs jual beli online asal negara paling timur di dunia tersebut, Rakuten. Barcelona sudah resmi merilis jersey baru untuk musim 2017/2018 tersebut.

Kostum baru tersebut mengusung motif yang berbeda meski tak jauh dari model-model sebelumnya.

Di bagian kiri dan kanan jersey, Barcelona memberikan full warna biru. Garis-garis tipis perpaduan warna biru dan merah ada di bagian tengah. Dalam jersey baru tersebut juga bisa terlihat dua kata, ‘Forca’ dan ‘Barca’ di kedua sisi lengan.

Kerjasama Barcelona dan Rakuten sebagai sponsor utama klub itu bernilai sekitar 55 juta Euro atau sekitar 800 miliar setahun. Rakuten adalah perusahaan situs jual beli terbesar di Jepang sekaligus perusahaan layanan internet terkemuka di dunia.

Perusahaan ini juga merupakan pemilik klub liga Jepang, Vissel Kobe dan klub baseball Tohoku Rakuten Golden Eagles. Sejak 2012, Rakuten masuk ke dalam daftar 20 Perusahaan Paling Inovatif versi majalah Forbes.

Diketahui, awal sengketa sejumlah negara di jazirah Arab adalah saat Qatar dituduh mendukung milisi teroris, termasuk Al-Ikhwan al-Muslimun, ISIS, Houthi, dan Al-Qaeda.

Ketegangan memanas setelah kantor berita Qatar menyebut Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamid al-Thani meminta negara-negara teluk bekerja sama dengan Iran.

Pemerintah Qatar pada akhirnya membantah hal tersebut dan menyebut kejadian itu muncul karena kantor berita mereka diretas.

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional