Menu

Serang Jokowi, Polisi Tangkap Profesor Gadungan

  Dibaca : 1281 kali
Serang Jokowi, Polisi Tangkap Profesor Gadungan
Serang Jokowi, Polisi Tangkap Profesor Gadungan

Polisi menangkap Muhammad Tamim Pardede karena kerap menebar ujaran kebencian (hate speech) di media sosial.

Pardede juga sering menyerang pemerintah terlebih Presiden Joko Widodo dengan hal-hal berbau fitnah yang belum bisa dipertanggungjwabkan kebenarannya.

Tamim ditangkap karena mengunggah video bermuatan hate speech terkait pemerintah. Dia menuding Presiden Joko Widodo mendukung Partai Komunis Indonesia (PKI).

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul membenarkan penangkapan yang dilakukan terhadap Pardede, terkait postingan yang dikirimkan di media sosial.

“Benar, ditangkap oleh Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri di Perumahan Adiloka, Neglasari, Kota Tangerang, Banten,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, Selasa (6/6/2017).

Dalam penangkapan tersebut, turut disita barang bukti sebuah laptop merek Lenovo. Polisi juga membawa sebuah handphone merek Samsung yang terdapat akun YouTube dan video rekaman asli konten bermuatan ujaran kebencian tersebut.

Polisi menjerat Tamim Pardede dengan pelanggaran pasal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Tamim Pardede pernah menjadi sorotan ketika mengaku mendapat gelar profesor dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Namun, pengakuannya tersebut langsung dibantah pihak LIPI. Dengan tegas LIPI mengatakan Pardede bukan merupakan professor riset LIPI.

“Setelah LIPI melakukan penelusuran data dan fakta, ternyata nama Tamim Pardede bukan merupakan profesor riset dari LIPI. Lembaga ini tidak pernah mengukuhkan yang bersangkutan sebagai profesor riset,” tulis LIPI dalam laman resminya.

LIPI juga mengatakan klaim profesor dari LIPI yang disebut Pardede adalah bentuk pencemaran nama baik dan pelecehan lembaga LIPI.

“LIPI tentu keberatan dengan hal tersebut dan akan melakukan langkah-langkah sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk mengembalikan nama baik LIPI,” lanjut keterangan LIPI tersebut.

Tamim Pardede memang pernah mengaku sebagai profesor riset dari LIPI dan menyebut dirinya ahli biokimia molecular.

Pria nyentrik dengan rambut panjang ini juga sebelumnya pernah membela penulis buku ‘Jokowi Undercover’, Bambang Tri Mulyono yang kini sedang menjalani tahanan setelah vonis pengadilan.

Waktu itu pardede mengatakan, Bambang Tri Mulyono belum bisa disalahkan sebelum diadakannya tes DNA kepada Presiden Jokowi.

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional