Menu

Benarkah Anies tak Akan Temui Rizieq di Arab?

  Dibaca : 243 kali
Benarkah Anies tak Akan Temui Rizieq di Arab?
Benarkah Anies tak Akan Temui Rizieq di Arab?

Penetapan tersangka untuk kali kedua bagi Rizieq Shihab, membuat pimpinan FPI tersebut makin tersudut.

Status tersangka dugaan kasus pornografi ini menjadi yang kedua, menyusul status yang sama dalam kasus penghinaan pancasila.

Hal tersebut ternyata direspon dengan perlawanan tak ingin kembali ke tanah air sebelum presiden berganti. Bukan hanya itu, Rizieq justru memberikan ancaman akan melakukan revolusi putih jika kasusnya terus dilanjutkan.

Ketakutan Rizieq menjalani proses hukum di Indonesia memang sangat beralasan. Hampir seratus persen Rizieq kemungkinan akan dijebloskan ke penjara jika melihat jumlah kasus yang membelitnya.

Tak tanggung-tanggung, tujuh kasus tersebut dengan bukti dan saksi lengkap membuat kuasa hukumnya sulit memberikan perlawanan.

Itu mungkin menjadi alasan mengapa segala cara dilakukan tim Rizieq agar tidak kembali ke Indonesia.

Yang terbaru, tim Rizieq mengaku akan memperpanjang visanya yang hampir habis. Rizieq akan mengajukan permohonan long stay visa untuk satu tahun ke depan.

Hal ini jelas mereduksi informasi yang menyebutkan Rizieq akan kembali pada 17 Ramadan, tepat setelah masa visanya habis dan akan dijemput ribuan simpatisannya.

Namun, ada yang hal menarik mengenai kabar gubernur terpilih Anies Baswedan yang akan berangkat umrah.

Nama Prabowo Subianto dan Amien Rais juga ikut disebut akan melakukan ibadah umrah dengan waktu yang berbarengan dengan Anies.

Sandiaga Uno sudah membantah Anies pergi umrah bersama Prabowo Subianto dan Amien Rais.

Uno juga menegaskan kepergian Anies ke tanah suci tak memiliki agenda bertemu dengan Rizieq Shihab.

Sayang bantahan tersebut sulit untuk langsung dipercaya. Pernyataan kedua tokoh ini sebelumnya menyebutkan mereka memang akan melakukan ibadah umrah.

Di sisi lain, sejak terpilih menjadi gubernur Anies dan Rizieq hanya sekali bertemu. Padahal Rizieq sempat dipuji Prabowo dan menjadi satu faktor kemenangan Anies-Sandi.

Pertemuan mereka sebenarnya bukan hal yang salah. Namun secara etika,  pertemuan itu terkesan menjadi sebuah dukungan kepada Rizieq yang membangkang mengikuti proses hukum di Indonesia.

Sekali lagi, pertemuan tersebut tidak salah secara hukum apalagi jika hanya sekadar silaturahmi atau melepas kangen.

Yang menjadi persoalan, adakah pihak yang menjamin isi pembicaraan tidak menyentil status tersangka Rizieq, kasus 600 juta Amien, revolusi putih bahkan upaya makar? Wallahu A’lam.

Tak baik berprasangka buruk apalagi di Bulan Ramadan. Biarlah itu menjadi tugas pihak kepolisian.

Namun yang pasti langkah kepolisian harus lebih cepat dari rencana Rizieq Shihab Cs, apalagi jika ancaman revolusi putih itu benar dijalankan.

Penulis :Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional