Menu

Qatar Picu Ketegangan di Timur Tengah

  Dibaca : 258 kali
Qatar Picu Ketegangan di Timur Tengah
Qatar Picu Ketegangan di Timur Tengah

Sejumlah negara resmi memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Total sudah  tujuh negara yang memblokir hubungannya dengan Qatar.

Libya menyusul sejumlah negara lain seperti  Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Maladewa, Yaman dan Arab Saudi.

Maladewa menjadi satu-satunya negara di luar Liga Arab yang bergabung dengan negara-negara Arab untuk memutus hubungan dengan Qatar.

Qatar dituduh mendukung milisi teroris, termasuk Al-Ikhwan al-Muslimun, ISIS, Houthi, dan Al-Qaeda.

Ketegangan memanas setelah kantor berita Qatar menyebut Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamid al-Thani meminta negara-negara teluk bekerja sama dengan Iran.

Belakangan, pemerintah Qatar menyebut laporan itu muncul karena kantor berita mereka diretas.

Pemberitaan tersebut bahkan disebut tak diketahui pihak redaksi kantor berita tersebut.

Pemerintah Qatar juga menganggap mereka adalah korban kebohongan yang terencana, selain menyebut keputusan tersebut tidak dapat dibenarkan dan tanpa dasar.

Sejumlah negara yang mengakhiri hubungan diplomatiknya dengan Qatar memberikan tenggat waktu bagi semua warga negara Qatar untuk meninggalkan wilayah mereka, termasuk para diplomat.

Sejumlah wilayah darat dan udara juga sudah ditutup, termasuk akses penerbangan yang dilalui maskapai penerabangan milik Qatar.

Maskapai penerbangan Etihad Airways, Emirates dan Flydubai sudah menghentikan semua penerbangan ke dan dari ibu kota Qatar Doha, Selasa (6/6/2017).

Qatar memang selama ini dituduh memiliki hubungan dengan kelompok yang sebelumnya dikenal sebagai Front al Nusra, yang berafiliasi dengan al-Qeida.

Selain itu Qatar juga disebut mendukung Ikhwanul Muslimin yang dilarang di berbagai negara Arab.

Menteri Luar Negeri Qatar, Selasa (6/6/2017), meminta digelarnya dialog terkait krisis diplomatik yang kini melanda Qatar.

Pemutusan hubungan diplomasi sejumlah negara ini memicu gejolak ekonomi, termasuk di antaranya bursa saham Qatar yang anjlok mencapai 7 persen.

Angka ini merupakan penurunan terbesar yang dialami bursa saham Qatar selama lebih dari 7 tahun.

Hal ini juga membuat harga minyak mentah dunia melonjak. Setelah pemutusan hubungan diplomasi diumumkan, harga minyak dunia naik ke angka lebih dari US$ 48,3 per barel.

Situasi ini juga membuat warga Qatar mulai menimbun sejumlah bahan makanan untuk beberapa waktu ke depan. Antrean panjang di sejumlah supermarket mulai terlihat.

Sejumlah WNI di Qatar mencapai lebih dari 40.000 orang yang bekerja sebagai pekerja domestik, di sektor migas, dan perdagangan kini juga mengalami kekhawatiran tak bisa pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri di Indonesia.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional