Menu

Afi yang Kini Dikeroyok Para Pendengki

  Dibaca : 362 kali
Afi yang Kini Dikeroyok Para Pendengki
Afi yang Kini Dikeroyok Para Pendengki

Seketika Asa Firda Inayah menjadi bahan pembicaraan di mana-mana.

Remaja putri yang baru saja lulus SMA Negeri 1 Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur SMA tersebut, membuat sebuah tulisan berjudul ‘Warisan’.

Tulisan itu dipublikasikan lewat status di akun media sosial miliknya yang bernama Afi Nihaya Faradisa. Itu sebabnya Asa lebih dikenal dengan nama Afi Nihaya.

Tulisan ‘Warisan’ milik Afi tersebut berisi sebuah keresahan dan kegelisahan seorang anak muda terhadap kondisi bangsa ini.

Sikap saling mengklaim paling benar mengatasnamakan agama, dengan menghina dan menyalahkan kelompok lain, menjadi kekhawatiran seorang Afi.

Sikap kritisnya bukan kali ini, sudah banyak tulisan yang dibuatnya menyikapi keadaan bangsa ini. Hal ini memang membedakan Afi dengan remaja seumurannya.

Sebelumnya Afi juga pernah menulis tentang pengalamannya tidak menggunakan gawai (gadget) selama beberapa hari. Tulisan ini juga mendapat perhatian dan dibagikan ribuan kali.

Tapi kali ini berbeda. Tulisan Warisan Afi lebih ‘berani’ sekaligus menohok sebuah kelompok yang selama ini merasa paling benar.

Mereka meradang, terbangun dan langsung memberikan serangan balasan. Mereka tak ingin merasa kalah atau dipermalukan bocah ingusan yang baru lulus SMA.

Dimulailah ejekan, hinaan bahkan ancaman dilancarkan kepada Afi. Afi dikeroyok karena sikap kritisnya melihat bangsa ini. Mulailah bermunculan tulisan yang ingin ‘menyaingi’ Afi.

Ada ‘kakak’ Gilang Gazuya yang pola pikirnya terbalik, ada juga tulisan yang mengaitkan dengan kematian seorang artis serta masih banyak lagi.

Yang teranyar, Jonru Ginting yang terkenal suka menyebar berita hoax, turut mengeroyok Afi.

Afi memang diserang dengan isu plagiat karena tulisan terbarunya tentang Agama Kasih. Tulisan terakhir yang dipublikasikan di media sosial miliknya belakangan diketahui menukil karya Mita Handayani.

Mita Handayani sendiri sudah memafkan Afi dan memaklumi kekhilafan gadis cilik tersebut. Dia bahkan meminta semua pihak untuk memaafkan.

Tapi bagi mereka, Afi adalah musuh yang berbahaya. Isu plagiat terus didengungkan agar semangat menulis Afi padam. Tak lagi kritis terhadap bangsa ini.

Mereka lupa, jutaan orang yang menggunakan media sosial melakukan copy paste kata mutiara di statusnya.

Afi tidak melakukan plagiat untuk kepentingan bisnis, mirip pianis band besar yang pada akhirnya ketahuan menjiplak kata-kata khalil Gibran dalam lagu-lagunya.

Afi juga tidak menyebarkan hoax berulang kali, seperti si kumis yang berulang kali menyebarkan berita bohong demi memuaskan hasrat kebenciannya.

Afi, tak usah memikirkan mereka..

Teruslah menulis dan kritis terhadap bangsa ini, jadilah inspirasi buat generasi muda yang lain..

Mereka hanya kelompok orang iri dan dan pendengki,

Yang mungkin ingin juga diundang ke istana oleh Presiden Joko Widodo…

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional