Menu

Kutukan Runner Up Juventus Berlanjut

  Dibaca : 292 kali
Kutukan Runner Up Juventus Berlanjut
Final UCL 2017, Kutukan Runner Up Juventus Berlanjut

Tim asal Spanyol, Real Madrid menjadi tim pertama dalam liga champion format modern yang berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions.

Madrid menjadi juara liga championas 2016-2017 setelah menang 4-1 atas Juventus pada pertandingan final di Stadion Millenium, Sabtu (3/6/2017) atau Minggu dini hari WIB.

Juventus kembali harus pulang dengan kesedihan karena gagal dalam lima final terakhir mereka. Juventus seakan dikutuk menjauhi gelar juara turnamen kelas satu antar klub eropa tersebut.

Bagi raksasa Italia tersebut, ini adalah gelar runner-up kesembilan mereka dari 11 kali melaju ke final. Ini juga merupakan gelar runner up ketiga bagi sang kapten, Gianluigi Buffon.

Kapten Juventus Gianluigi Buffon mengaku sangat kecewa lantaran gagal meraih trofi Liga Champions setelah kalah dari Real Madrid. Buffon sebelumnya juga kalah pada tahun 2003 dan 2015.

“Kami kecewa, kami bermain sangat bagus di babak pertama, kami pikir kami bisa memenangkan pertandingan. Saya tidak bisa menjelaskan mengapa kami bermain seperti yang kami lakukan di babak kedua, kata Buffon

Kekalahan ini membuat mimpi Juventus untuk meraih treble untuk pertama kalinya musnah. Padahal sebelumnya, Juventus sudah berhasil merebut Scudetto Seri A dan juara piala Coppa Italia.

Superstar asal Portugal Cristiano Ronaldo menjadi bintang pada laga ini. Ronaldo mencetak dua gol Real Madrid ke gawang Gianluigi Buffon pada menit ke-20 dan ke-64.

Casemiro dan Marco Asensio melengkapi derita Juventus dengan gol masing-masing di menit 61 dan 90. Juventus sempat menyamakan kedudukan di pertengahan babak pertama lewat gol Mario Mandzukic  di menit ke 27.

Dengan gelar juara ini, Real Madrid menjadi tim tersukses liga Champion dengan  koleksi 12 trofi.

Kemenangan Real Madrid ini juga membuat pelatihnya, Zinedine Zidane menyamai rekor yang dibukukan pelatih asal Italia Arrigo Sacchi, yang dibuatnya  28 tahun silam.

Zidane menjadi pelatih kedua yang bisa mengantar timnya menang secara beruntun. Zidane menyamai prestasi Sacchi, yang membawa AC Milan mempertahankan gelar juara di musim 1989-1990.

Klub terakhir yang bisa menjadi juara beruntun adalah AC Milan pada 1989 dan 1990. Namun saat itu, kompetisi antarklub terelite Eropa itu masih bernama Piala Champions.

Pertandingan final ini sejatinya berlangsung dengan tempo sedang dan kedua tim terlihat sangat berhati-hati.

Namun, pada babak kedua permainan berubah menjadi lebih keras dan emosional.

Wasit Felix Brych mengeluarkan tujuh kartu kuning dan satu kartu merah. Juan Cuadrado diusir wasit pada menit ke-84 setelah menerima dua kartu kuning.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional