Menu

Firza Husein Berikan Perlawanan Praperadilan

  Dibaca : 236 kali
Firza Husein Berikan Perlawanan Praperadilan
Pra Peradilan yang Diajukan Firza Husein

Seperti yang telah diberitakan oleh banyak media belakangan ini mengenai kasus dugaan konten pornografi yang melibatkan petinggi Front Pembela Islam Rizieq Shihab.

Dalam kasus ini Rizieq Shihab diduga melakukan percakapan erotis dengan ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana (SSC), Firza Husein.

Pihak kepolisian Polda Metro Jaya sendiri sudah melimpahkan berkas perkaranya yang menjadikan Firza tersangka kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

Pada tanggal 29 Mei 2017, berkasnya telah dilimpahkan pada Jaksa Tinggi DKI Jakarta.

Tahapan pertama telah dilakukan yaitu dengan mengirimkan berkas.

Hal tersebut dikatakan oleh Humas Polda Metro Jaya yang bernama Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono yang berada di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
Selain pelimpahan tersebut, Rizieq Shihab juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan chating berkonten pornografi.

Rizieq yang terlibat dalam kasus dugaan konten pornografi yang juga melibatkan Firza Husein. Rizieq juga dikenakan dengan pasal yang sama dengan Firza.

Pasal yang menjerat keduanya adalah Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 serta atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau pasal 8 juncto pasal 34 Undang undang (UU) Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 mengenai Pornografi.

Kedua tersangka tersebut diancam dengan hukuman yaitu diatas lima tahun penjara.

Penyidik telah menemukan adanya alat bukti sehingga dapat ditetapkan sebagai tersangka.

Firza Husein kemudian mengajukan praperadilan mengenai statusnya sebagai tersangka yang telah ditetapkan oleh kepolisian.

Kuasa hukum dari firza sendiri, Aziz Yanuar mengatakan praperadilan yang dilakukan sebagai perlawanan yang dilakukan.

Hal ini untuk membantah dan membuktikan tuduhan yang sudah dialamatkan pada kliennya tidak benar.

Pihaknya mengatakan dengan tegas bahwa tuduhan berkaitan kasus pornografi tersebut adalah sebuah rekayasa.
Pengacara dari Firza Husein juga mengatakan pada 30 Mei 2017 bahwa mereka telah menyiapkan langkah hukum yang sudah diperlukan untuk dapat menghdapi tindakan dzalim yang selama ini dituduhkan pada kliennya.

Kasus ini berawal pada laporan yang telah diterima oleh Polda Metro Jaya yaitu dengan Nomor LP/510/I/2017/PMJ/ Dit Reskimrimsus yang berkaitan mengenai dugaan penyebaran percakapan yang memiliki konten ponografi.

 

 

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional