Menu

Ditetapkan Tersangka, Rizieq Cs Siap Melawan

  Dibaca : 314 kali
Ditetapkan Tersangka, Rizieq Cs Siap Melawan

Polda Metro Jaya pada Senin (29/5) telah melakukan gelar perkara dalam kasus dugaan pornografi berupa chat seks pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab (RS) dengan  Firza Husein (FH).

Setelah melakukan pendalaman investigasi dan memiliki barang bukti yang kuat berupa aplikasi chat, handphone dan sebagainya, RS akhirnya ditetapkan sebagai tersangka (tsk) dan dijerat Pasal 4, 6, dan 8 UU 44 tahun 2008 tentang Pornografi sama seperti Firza Husein.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya mengatakan bahwa semua alat bukti sudah ditentukan sehingga RS layak menjadi tersangka.

“Alat bukti sudah ditentukan, sehingga layak dinaikkan jadi tersangka,” tegas Argo.

Di lain pihak, para pendukung RS sepertinya tidak menerima RS dijadikan tsk, terbukti beberapa ancaman nyata mulai dilakukan lewat media sosial.

Ada yang menggunakan live streaming mengancam akan melakukan kerusuhan, ada yang menantang polisi serta pemerintah dan sebagainya.

Semua bisa dilihat di grup facebook “Pecinta FPI”

Lewat koordinator tim pembela RS dan pengacara, Eggi Sudjana mengatakan bahwa RS marah besar.

“Kami lihat ini balas dendam, Ahok kalah dan Ahok dipenjara, karenanya Habib ditersangkakan. Tadi Habib Rizieq memberi informasi kepada saya, dia marah besar dan akan melakukan perlawanan hukum dan politik,” katanya.

Diketahui, sebelumnya Firza Husain sudah lebih dulu menjadi tersangka. Polisi pun akhirnya menjerat Firza dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi ancaman penjara di atas lima tahun.

Firza Husein

Dalam kasus in, RS terkesan enggan mengikuti proses hukum yang berlaku. Bahkan dengan lantang ingin memberikan perlawanan dari luar negeri atas kasus hukum yang menimpanya.

Senin (29/5) Eggi Sudjana menyampaikan pesan Rizieq agar tidak terjadi kekisruhan terlebih hingga sampai ada pertumpahan darah.

“Dia lebih rela dihina, dicaci maki, dia anggap penakut, dianggap lari, dianggap menghindar. Itu merupakan bagian dari penderitaan dia. Kita pemersatu bangsa tidak ingin ada konflik,” katanya.

“Perang hukum telah dimulai,” tambah Kapitra saat konfrensi pers di Masjid Ittihat, Tebet, Jakarta Selatan, Senin 29 Mei 2017.

 

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional