Menu

Tuduhan Keji Kelompok Gagal Otak

  Dibaca : 289 kali
Tuduhan Keji Kelompok Gagal Otak
Tuduhan Keji Kelompok Gagal Otak

Bom bunuh diri yang meledak di terminal Kampung Melayu membawa duka mendalam bagi Bangsa Indonesia.

Dua hari menjelang dimulainya bulan Ramadan, aksi keji atas nama fanatisme agama yang salah membuat banyak orang tak berdosa meregang nyawa.

Bukan hanya itu, keluarga dan kerabat yang ditinggalkan menanggung kesedihan yang mendalam.

Baru sehari aksi bom bunuh diri terjadi, telah berseliweran berita hoax yang menyatakan bom tersebut adalah rekayasa dan merupakan pengalihan isu dari pemerintah.

Entah siapa yang memulai, namun banyak yang turut menyebarkan sekaligus menguatkan berita tersebut dengan opini masing-masing.

Namun setelah ditelusuri, mereka berasal dari kelompok yang sama. Mungkin banyak yang sudah mengetahui kelompok ini.

Sebut saja kelompok gagal otak, sejak dulu selalu postingan mereka memang tak pernah positif. Lihatlah dalam grup mereka, lebih dari separuhnya berisi fitnah, ujaran kebencian, bahkan cacian kepada pemerintah dan jajarannya.

Semua yang dilakukan pemerintah sah saat ini, tak pernah berarti di mata mereka.

Yang memiriskan, semua berita yang disebarkan dipaksakan kehendak mereka tanpa melalui organ sumber pikiran dan perasaan, otak.

Menukil istilah medis gagal jantung, mereka memang layak disebut gagal otak.

Gagal jantung adalah kondisi saat otot jantung menjadi sangat lemah sehingga tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh.

Sama halnya otak mereka yang sangat lemah dan tidak bisa menjalankan 14 fungsinya terutama terkait cara berpikir dan sistem syaraf.

Lihatlah berbagai argumen yang mungkin disaring lewat dengkul yang beredar. Ada beberapa poin alasan mereka menyebut aksi bom ini adalah rekayasa untuk mengalihkan isu.

Mulai dari Kapolri habis dicecar dalam Raker bersama Komisi III DPR RI, Menguatkan alasan pembubaran HTI, upaya politik balas dendam jagoan Pilkada kalah, memanfaatkan momen keagamaan, petinggi yang begitu cepat datang ke TKP, kata gebuk, dan terakhir situs berita ternama yang sudah menayangkan berita sehari sebelumnya.

Ada banyak yang coba menasehati dan menjelaskan dengan bahasa santun, tapi seperti tak ada gunanya.

Malah tuduhan penjilat pemerintah, pemuja PKI atau bahasa kasar lainnya akan langsung keluar dari mulut mereka.

Ketika coba dengan argumen ‘lebih berat’ jika aksi serupa terjadi juga di Thailand, Inggris dan Filipina mereka tak pernah mau percaya.

Hal ini memang bukan pertama kali terjadi. Ketika polisi menangkap sejumlah terduga teroris Sabtu (10/12/2016) terkait bom panci, isu skeptis dan fitnah ini juga kuat merebak.

Padahal saat itu Polri mampu menggagalkan aksi mematikan saat pergantian jaga Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Minggu (11/12/2016).

Prosesi penggantian jaga Paspampres tersebut memang terbuka untuk umum.

Indonesia saat itu menjadi negara satu-satunya yang menggagalkan aksi bom bunuh diri yang terjadi.

Turki , Mesir, Yaman, Somalia, dan Nigeria waktu itu harus berkabung nasional karena ratusan orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka.

Aksi seperti ini memang tak bisa dibiarkan lagi, sudah seharusnya Mabes Polri hingga jajaran Polsek bertindak tegas menindak mereka yang gagal otak.

Postingan mereka sudah di luar batas, dan sangat berpotensi menimbulkan gesekan horizontal.

Imbauan, anjuran bahkan perintah tidak menyebarkan berita bohong tak lagi bisa terproses di kepala mereka.

Pemerintah juga melalui kementerian Kominfo hingga dinas di Kabupaten/Kota beserta puluhan ribu relawan TIK-nya harus turun tangan, bukan sekadar memblok situs intoleran yang mati satu tumbuh seribu.

Libatkan juga tokoh agama yang kapabel dan kredibel untuk mengambil alih tempat ibadah yang selama ini sudah ‘tercemar’.

Hal ini juga tentunya harus ditunjang dengan ‘amunisi’ yang memadai karena ‘perang’ tersebut akan berlangsung alot.

Mungkin bulan Ramadan ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan penertiban dan penindakan, ketika otak mereka lelah karena kekurangan nutrisi.

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional