Menu

Konser Ariana Grande di Manchester Diserang Bom

  Dibaca : 296 kali
Konser Ariana Grande di Manchester Diserang Bom
Konser Ariana Grande di Manchester Diserang Bom

Konser Ariana Grande yang berlangsung di Manchester Arena, Inggris, Senin (22/5/2017) malam waktu setempat berakhir menjadi bencana.

Ketika Ariana Grande menyanyikan lagu terakhir, seketika terjadi ledakan besar di dalam gedung. Sedikitnya 19 orang tewas dan 50 lainnya luka akibat peristiwa itu.

Seorang pengunjung mengisahkan ledakan tiba-tiba terjadi diikuti teriakan histeris dari para pengunjung konser.

Ribuan orang saling adu cepat meninggalkan gedung tempat dilangsungkannya konser tersebut dengan tangisan.

Pihak keamanan menduga serangan tersebut merupakan aksi yang dilakukan pelaku bom bunuh diri.

Kepolisian Inggris sebelumnya juga telah mengamankan benda yang diduga sebagai bom. Polisi Inggris mengklaim serangan tersebut merupakan serangan teroris.

Pihak penyelenggara menuturkan, insiden terjadi di lokasi luar venue ketika orang-orang mulai meninggalkan konser Ariana Grande.

Tim penjinak bom dan polisi masih menyisir Manchester Arena, Inggris, tempat terjadinya ledakan.

PM Inggris Theresa May mengutuk keras serangan yang mematikan warga tak berdosa tersebut. Theresa juga menyampaikan dukanya kepada para korban dari kejadian ini.

Ariana Grande, pemilik konser tersebut dilaporkan selamat dari ledakan besar di konsernya di Manchester. Penyanyi cantik semampai tersebut histeris ketika mendengar 19 orang tewas akibat peristiwa tersebut.

Kejadian ini langsung menuai respon dari sejumlah kalangan, terlebih para netizen. Mayoritas mengutuk dan mengirimkan rasa simpati serta bela sungkawa kepada para korban.

“Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan perasaanku tentang apa yang terjadi di Manchester. Saya tidak ingin percaya dunia yang kita tinggali ini bisa sangat kejam,” cuit Bruno Mars.

Selain Bruno Mars, Taylor Swift, Katy Perry, Demi Livato, dan sejumlah musisi dunia mengungkapkan hal serupa.

Serangan ini mengingatkan pada aksi bom bunuh diri di jaringan transportasi London pada Juli 2005.

Pada 7 Juli 2005 silam, empat pelaku bom membawa bom rakitan sendiri dan menyembunyikannya di dalam ransel.

Tiga di antara mereka pergi menggunakan kereta yang berbeda, sementara satu lainnya menggunakan bus. Bom kemudian meledak pada jam sibuk di hari itu.

Aksi ini berhasil menewaskan 52 orang dan melukai sekitar 700 orang.

Korban teridentifikasi berasal dari beberapa negara seperti Polandia, Israel, Australia, Perancis, Italia, Afghanistan, Nigeria, Selandia Baru dan Vietnam.

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional