Menu

Gusti Ora Sare (Tuhan Tidak Tidur)…

  Dibaca : 581 kali
Gusti Ora Sare (Tuhan Tidak Tidur)…
Gusti Ora Sare…

Dalam surat yang dituliskan mantan Gubernur DKI Jakarta (Ahok) ada pernyataan yang patut digarisbawahi tentang campur tangan Tuhan tehadap sejarah setiap bangsa.

Ahok yakin Tuhan tidak tidur dan pasti menegakkan kebenaran dan keadilan bagi sesama manusia.

“Gusti Ora Sare (Tuhan tidak tidur). Letakkan harapan kepada Tuhan sekarang dan selalu.  Tuhan akan mengerjakan rencana-NYA dalam hidupku” begitu tulis Ahok dalam suratnya.

Ahok mengaku belajar memafkan dan menerima hukuman tersebut. Ahok mengatakan khawatir banyak pihak yang akan menunggangi kasus ini.

Dari isi surat tersebut, Ahok menyiratkan akan ada bantuan Tuhan lewat orang yang masih mempunyai nurani di bangsa ini.

Membiarkan diri dihukum namun merasa diperlakukan tidak adil, sepertinya bukan karakter seorang Ahok.

Jika Ahok membiarkan hal itu terjadi, sama saja Ahok membiarkan penegakan hukum Indonesia mundur dan terus menjadi sorotan dunia internasional.

Di dalam negeri akan juga terjadi ketidakpercayaan mayoritas rakyat Indonesia terhadap keadilan.

Status ‘Dizalimi’ akan disandangkan kepada Ahok secara tidak langsung akan melemahkan posisi Presiden Joko Widodo, yang terkesan tak berdaya membela mantan partnernya di DKI Jakarta.

Apalagi dalam waktu bersamaan, Rizieq Shihab juga mengaku dizalimi dan menyebut hukum Indonesia tidak benar.

Dia bahkan menolak mengikuti proses hukum di Indonesia dalam sejumlah kasus yang membelitnya. Bahkan terdengar kabar, Rizieq justru akan menggerakkan revolusi putih dari Arab Saudi.

Pernyataan yang sama dari dua pihak yang berseberangan sangat melemahkan posisi presiden Joko Widodo.

Dalam hal ini, Presiden Joko Widodo harus mengambil sikap dengan tegas berada di satu sisi.

Ancaman yang akan dihembuskan sebagai musuh umat Islam jelas tak perlu dihiraukan.

NU dan Muhammadiyah sebagai dua organisasi Islam terbesar beserta sejumlah organisasi  lain sudah memastikan posisi umat Islam mayoritas berada di belakang Presiden Joko Widodo.

Belum lagi dukungan lintas agama dan masyarakat di seluruh pelosok Nusantara yang menolak tindakan intoleran serta mendukung NKRI di bawah Presiden Jokowi.

Imbauan, anjuran bahkan perintah untuk tidak menyebarkan ujaran kebencian, berita palsu dan memecah belah dari Presiden Joko Widodo seakan tidak berpengaruh bagi sekelompok orang.

Satu hal yang mesti diwaspadai Presiden Joko Widodo bersama pimpinan dua alat negara, Polri dan TNI adalah benang merah antara demo bela Islam berjilid, upaya makar, Pilkada DKI dan Revolusi putih.

Seiring berjalannya waktu hubungan semua peristiwa tersebut makin jelas terlihat.

Apalagi saat ini berhembus kabar tak sedap ‘perpecahan’ di istana pascapengakuan Ketua MPR di balik kemenangan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih.

Jangan sampai semuanya disadari ketika sudah dalam kondisi genting dan terlambat.

Pak Jokowi, Pak Tito dan Pak Gatot…

Tegaslah kepada mereka yang punya niat buruk terhadap bangsa ini dan rakus kekuasaan.

Yakinlah, mayoritas umat Islam dan kebanyakan masyarakat Indonesia selalu bersama kalian.

Penulis : Franky Guntur Tangkudung

 

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional