Menu

Keluarga Ahok Cabut Permohonan Banding, Kenapa?

  Dibaca : 309 kali
Keluarga Ahok Cabut Permohonan Banding, Kenapa?
Vonis Ahok

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melalui keluarganya membuat keputusan mengejutkan dengan mencabut permohonan banding di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Memori banding ini awalnya disiapkan karena tidak terima dengan keputusan majelis hakim PN Jakarta Utara yang memberikan vonis 2 tahun penjara dalam kasus penodaan agama.

Pencabutan berkas memori banding tersebut dilakukan istri Ahok, Veronica Tan dan Adik yang juga pengacara Ahok, Fifi Lety Indra.

Hal ini dilakukn setelah tim pengacara Ahok memasukkan memori banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara..

Pencabutan berkas memori banding tersebut menurut keduanya sudah dimusyarawarahkan dengan tim kuasa hukum.

“Sudah (memasukkan) memori banding, sudah dapat tanda terima banding. Sudah resmi menyerahkan memori banding.

Kemudian Bu Vero (Veronica Tan) dan Bu Fifi (Fifi Lety Indra) mewakili keluarga datang,” ujar pengacara Ahok, I Wayan Sudirta, Senin (22/5/2017).

Alasan detail pencabutan memori banding tersebut juga belum diungkapkan keluarga maupun tim pengacara Ahok.

“Intinya ada dua kejadian. Satu sudah menyerahkan memori banding sudah masuk di berkas, kemudian setelah itu keluarga memutuskan setelah berdiskusi dengan kami, keluarga memutuskan mencabut. kita harga keputusan itu, kita dampingi,” ujar Sudirta.

Namun mereka berjanji akan secepatnya memberikan keterangan pers terkait keputusan tersebut. Rencananya, Keterangan pers akan dilakukan keluarga dan tim kuasa hukum, Selasa (23/5/2017).

Sementara itu, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) sampai saat ini masih tetap bersikukuh melakukan banding atas vonis putusan tersebut.

Tim JPU sudah menyerahkan memori banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (16/5/2017). Pihak JPU juga sudah menandatangani akta pernyataan banding.

“Mereka sudah menyatakan banding dan akta pernyataan banding sudah ditandatangani panitera,” kata juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi, Sabtu (13/5/2017).

Jaksa Agung M Prasetyo menegaskan upaya banding yang diajukan jaksa merupakan hal biasa.

“Jaksa sesuai dengan standar prosedur yang ada, mengajukan banding juga. Di samping juga, pertimbangan lain yang tentunya perlu nantinya menjadi bahan kajian,” kata Prasetyo.

Pengadilan Negeri Jakarta Utara, maemberikan kesempatan JPU memeriksa seluruh berkas perkara (inzage) sebelum diserahkan ke Pengadilan Tinggi.

Waktu untuk memeriksa berkas selama 14 hari setelah keluar putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu, (24/5/2017).

Vonis Ahok diketuk majelis hakim PN Jakarta Utara pada Selasa (9/5/207).

Tim JPU dalam persidangan mendakwa Ahok dengan 2 dakwaan alternatif, yaitu Pasal 156 a huruf a KUHP dan Pasal 156 KUHP.

Namun pada akhirnya tim JPU menuntut Ahok 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Jaksa menilai Ahok terbukti melakukan tindak pidana Pasal 156 KUHP pada dakwaan subsider.

Dalam pasal ini Ahok dituntut karena telah menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia.

Majelis hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto dalam putusannya berbeda dengan tuntutan tim JPU.

Hakim memvonis Ahok terbukti melakukan penodaan agama sebagaimana dakwaan primer Pasal 156a KUHP, dan menjatuhkan hukuman kurungan badan selama 2 tahun.

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional