Menu

Dault Klarifikasi Tuduhan Mendagri Soal Anti Pancasila

  Dibaca : 231 kali
Dault Klarifikasi Tuduhan Mendagri Soal Anti Pancasila
Adhyaksa Dault Klarifikasi Tuduhan Mendagri Soal Anti Pancasila

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menyebutkan ada tokoh nasional yang ingin mengganti ideologi negara Pancasila dengan ideologi Khilafah.

“Bayangkan ada tokoh nasional, mantan menteri, komisaris BUMN besar berteriak-teriak ingin mengganti Pancasila dengan syariat Islam,” kata Tjahyo Kumolo di Jakarta, Senin (22/5/2017).

Tjahyo menambahkan, informasi tersebut data baru yang ditemukan oleh Menko Polhukam Wiranto.

Tjahyo juga menjelaskan, Menko Polhukam Wiranto sudah memiliki data dan bukti baik berupa rekaman visual, data tertulis maupun foto.

“Masak enggak tahu? Ada lah, ada rekamannya,” ujarnya.

Tjahyo enggan membeberkan nama tokoh yang dimaksud namun dia menyebutkan atas pernyataannya tersebut, tokoh tersebut harus dicopot dari posisinya saat ini sebagai komisaris BUMN.

Pernyataan tersebut langsung merujuk ke satu nama, yakni mantan menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault.

Diketahui, saat ini Adhyaksa Dault menjabat sebagai komisaris di PT BRI yang merupakan salah satu BUMN.

Dalam situs youtube juga sudah tersebar video, Adhyaksa Dault yang berkomentar soal Khilafah. Saat itu Dault menghadiri acara yang dilaksanakan Hitzbut Tahrir Indonesia.

Menpora Adhyaksa Dault sudah mengklarifikasi tudingan Mendagri Tjahyo Kumolo tersebut.

Menurutnya, video yang memperlihatkan dirinya hadir di acara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) diambil pada tahun 2013 lalu.

Adhyaksa menegaskan dirinya bukan simpatisan apalagi anggota HTI. Adhyaksa merasa difitnah dengan penyebaran video itu.

Dia menjelaskan, pernyataannya di video tersebut soal khilafah Tahrir, apalagi ISIS dan sebagainya.

“Khilafah yang saya maksud adalah khilafah islamiyyah yang rosyidah, bukan khilafah yang berarti meniadakan negara,” jelas Adhyaksa.

Dault mengaku sudah menghubungi Tjahjo, dan menganggap Mendagri belum  membaca klarifikasinya di media sosial.

Dalam laman facebook Pusdiklat Gerakan Pramuka pada 4 Mei, Dault mengupload video yang menolak tuduhan anti pancasila dan UUD 1945.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka periode 2013-2018 ini juga berpesan kepada seluruh anggota Pramuka untuk tidak mempercayai hal tersebut.

“Saya katakan ketika HTI menjadi gerakan dakwah pasti kita akan datang. Tetapi kalau sudah berubah menjadi gerakan untuk mengganggu atau mengganti pancasila dan UUD 1945. Kita Pramuka akan berada paling depan (menghadang),” tegasnya dalam video tersebut.

Adhyaksa Dault mengaku, ketika itu mau memenuhi undangan HTI karena HTI hanyalah organisasi atau ormas dakwah Islam.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional