Menu

Waspadai Aksi Mahasiswa Ditunggangi Aktor Politik

  Dibaca : 396 kali
Waspadai Aksi Mahasiswa Ditunggangi Aktor Politik
Waspada, Aksi Mahasiswa kembali Ditunggangi Aktor Politik

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah universitas direncanakan akan mengadakan aksi di depan Istana Merdeka, Senin (22/5/2017).

Dalam seruan dan ajakan yang banyak beredar di Media sosial, agenda ini akan menyampaikan Tujuh Gugatan Rakyat (Tugu Rakyat).

Semua tuntutuan itu masih dalam batas kewajaran normatif yang memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Namun, ada hal yang kembali meresahkan.

Selentingan kabar beredar, agenda ini juga akan menuntut MPR untuk mencabut mandat pemerintahan konstitusional saat ini, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pihak Keamanan harus mewaspadai gerakan ini. Aksi ini disinyalir telah ditunggangi para aktor politik.

Hal ini bisa bercermin dari aksi sekelompok oknum buruh saat peringatan Hari Buruh, 1 Mei lalu.

Saat itu, oknum sekelompok buruh yang ‘tidak senang’ dengan pemerintahan di bawah kepemimpinan Joko Widodo melakukan aksi anarkis dengan melakukan pembakaran puluhan karangan bunga.

Padahal karangan bunga tersebut adalah wujud simpati terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama – Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saeful Hidayat.

Aksi mengatasnamakan mahasiswa diyakini mengambil momen semangat kebangkitan nasional, untuk menggoyang pemerintahan saat ini.

Mereka ingin menyamakan pergerakan tersebut dengan aksi Mei 1998 ketika menjatuhkan kekuasaan orde baru.

Sejumlah universitas juga sudah dengan lantang menolak untuk mengikuti aksi ini.

Universitas Sam Ratulangi Manado (Unsrat) sebelumnya sudah melakukan aksi damai dan turun jalan dengan ribuan anggota civitas akademikanya.

Dalam orasi dan aspirasinya, Unsrat menolak segala bentuk tindakan intoleransi yang terjadi di Indonesia.

Unsrat juga dengan tegas memberikan dukungan terhadap pemerintahan konstitusional saat ini bersama dua alat negaranya, Polisi dan TNI untuk menindak segala bentuk ancaman dan gangguan.

Hal ini juga diikuti universitas lain di Bali, NTT, Semarang dan sejumlah daerah lain.

Kini saatnya, pihak keamanan tegas dan tak memberikan kompromi terhadap segala bentuk tindakan merongrong bangsa ini.

Atas nama kebebasan menyampaikan pendapat, serta menggunakan atribut mahasiswa ada pihak-pihak yang sengaja ingin membuat kekacauan bangsa ini.

Hal ini juga kembali terlihat ketika sejumlah berita menyebutkan telah terjadi kerusuhan di Pontianak saat 20 Mei kemarin.

Padahal banyak foto yang disertakan merupakan foto yang sudah lama.

Realitanya, memang ada kegiatan bersamaan antara suku dayak yang pawai dan pendukung aksi bela agama. Tetapi mereka sudah dalam pengawalan aparat keamanan sehingga situasi kondusif.

Kelompok anti Pancasila tak pernah rela bangsa ini tenang dalam kedamaian dan kerukunan.

Semoga aksi yang akan dilaksanakan mahasiswa benar-benar memperlihatkan kedewasaan dan intelektual para mahasiswa, bukan ditunggangi apalagi diperalat para aktor politik yang rakus kekuasaan.

Semoga…

Penulis :Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional