Menu

Rizieq Pasti Pulang Jika Jadi Tersangka Tiga Kasus Lain

  Dibaca : 496 kali
Rizieq Pasti Pulang Jika Jadi Tersangka Tiga Kasus Lain
Rizieq Pasti Pulang Jika Jadi Tersangka Tiga Kasus Lain

Petinggi Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab belum memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Polda Metro Jaya hingga pertengahan Mei 2017.

Rizieq dikabarkan sedang berada di Arab Saudi dan menolak mengikuti proses hukum di Indonesia.

Kuasa hukum Rizieq Shihab menyebutkan, kepergian Rizieq ke Arab Saudi merupakan bentuk perlawanan karena kriminalisasi terhadap kliennya.

Mereka beranggapan Rizieq Shihab dikriminalisasi untuk menghancurkan nama baiknya lewat kasus percakapan berkonten pornografi.

Pengakuan Kak Ema soal intimidasi dan beredarnya video anonymous yang mengatakan tidak terlibat dalam penyebaran video baladacintarizieq, masih membuat para pendukung yakin Rizieq Shihab tak bersalah.

Yang terbaru, para pendukung Rizieq meminta komisioner Komnas HAM menemui Rizieq di Arab Saudi. Tanggapan soal permintaan ini sempat membuat ‘perpecahan’ kecil di tubuh Komnas HAM.

Bahkan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengatakan kliennya sudah bertemu dengan komisioner dari Human Rights PBB dan akan membawa kasus ini ke Mahkamah internasional.

Pengacara yang sempat menghebohkan dunia maya lewat ‘daster birunya’ ini mengaku kasus Rizieq akan ditindaklanjuti setelah Ramadan di Mahkamah Internasional.

Hal ini memang agak menggelikan, karena sebelumnya Rizieq Shihab dalam video yang beredar terlihat menghina Komnas HAM dan PBB.

Kemenlu juga sudah menjelaskan, sengketa yang bisa diajukan ke PBB ataupun Mahkamah Pidana Internasional (ICC) hanya yang terkait dengan konteks antarnegara bukan individu.

Kini, kepolisian masih terus mencari dan berusaha memulangkan Rizieq Shihab. Mulai dari kemungkinan melibatkan Interpol hingga menunggu masa berlaku visa Rizieq Shihab habis.

Namun keyakinan Rizieq  Shihab dan tim pengacaranya soal kriminalisasi dan dugaan rekayasa kasus pornografi tersebut membuat kasus ini menjadi berbelit.

Langkah terbaik, Polri mungkin akan memaksimalkan kasus hukum lain yang menjerat Rizieq Shihab. Rizieq baru menjadi tersangka di satu kasus, penghinaan Pancasila.

Dengan begitu, tim kuasa hukum Rizieq tak perlu bersusah payah mengadukan kasus ini ke PBB atau mahkamah internasional.

Mereka akan kehabisan alasan jika Rizieq kembali ditetapkan menjadi tersangka tiga kasus besar lain dari sejumlah kasus yang kini menimpanya.

Kasus penghinaan agama Kristen, kasus tuduhan PKI dan penghinaan presiden, serta kasus penghinaan salam Sampurasun jelas tak bisa lagi membuat kubu Rizieq berkelit.

Semua bukti video dan ujaran kebencian di dalamnya jelas menunjukkan siapa Rizieq Shihab.

Persamaan perlakuan hukum jelas akan dituntut, seperti kasus mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini divonis 2 tahun penjara karena tuduhan penghinaan agama lewat video.

Ini juga nantinya akan menjadi pintu untuk membuktikan keaslian chat berkonten pornografi antara Rizieq Shihab dan Firza Husain.

Jika tak cukup, kepolisian bisa mempercepat kasus petinggi FPI lain di Bali yang terlibat kasus dugaan fitnah tehadap pecalang.

Kini publik menunggu langkah pihak kepolisian di bawah kepemimpinan Tito Karnavian.

Sebagai jenderal yang berpengalaman dalam penanggulangan teroris, Tito jelas mempunyai relasi yang baik di dunia Interpol dan kepolisian sejumlah negara di dunia.

Tito terlihat berhati-hati melangkah untuk meredam aksi massa pendukung Rizieq yang berpotensi menimbulkan ‘keributan’. Langkah Tito pasti akan didukung Jenderal Gatot Nurmantyo bersama TNI.

Tito jelas berhitung semua kemungkinan dan saat yang tepat untuk melangkah, membawa Rizieq Shihab mempertanggungjawabkan semua ucapan dan tindakannya selama ini.

Bagi Tito, semua warga negara sama kedudukannya dalam penegakan hukum.

Tak ada yang diistimewakan, termasuk Rizieq Shihab.

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional