Menu

Pak Jokowi, Membangun Infrastruktur Saja tak Cukup…      

  Dibaca : 429 kali
Pak Jokowi, Membangun Infrastruktur Saja tak Cukup…      
Pak Jokowi, Membangun Infrastruktur Saja tak Cukup…

Imbauan Presiden Jokowi untuk mengajak rakyat Indonesia menyudahi rasa saling benci di masyarakat memang sangat beralasan.

Kondisi negara ini saat ini sedang terbelah menyikapi beberapa kasus yang sedang menghangat belakangan ini.

Kekalahan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok)-Djarot Saeful Hidayat di Pilkada Jakarta, disusul dengan vonis bersalah atas kasus dugaan penodaan agama terhadap Ahok mendapat respon berbeda dua kelompok.

Di sisi lain, kasus hukum yang membelit Rizieq Shihab  dan pembubaran HTI juga mendapat pro dan kontra pihak berbeda.

Presiden Jokowi memang sedang mengalami dilema berat. Di satu sisi Jokowi ingin mengikuti nurani serta membela mantan partnernya saat di Jakarta, namun di sisi lain dia harus terlihat adil dan tak ingin dikatakan melakukan intervensi.

Belum lagi jika ada aksi demo massa yang melibatkan puluhan ribu orang yang berpotensi terjadi korban jika dihadapi dengan kekerasan.

Ajakan rekonsiliasi terus digaungkan Presiden dan tokoh-tokoh nasional lain. Mereka tak ingin rakyat Indonesia dipisahkan jurang kebencian yang makin lebar dan dalam.

Namun, ada hal yang ironis dan menggelikan.

Banyak tokoh ikut-ikutan menyuarakan rekonsiliasi setelah nyata-nyata menjadi penghasut, pengkhianat dan pemecah belah NKRI hanya untuk kepentingan politik.

Sudah menjadi rahasia umum, kemenangan gubernur-wakil gubernur terpilih lebih dipengaruhi faktor politisasi agama.

Bahkan dalam video yang ramai beredar, konsultan politik tim tersebut menggunakan Masjid dan isu agama untuk mencari kemenangan.

Ketika kemenangan sudah didapat dengan cara ‘oke’ dan ‘kreatif’ kini dengan mudahnya mereka bicara tentang rekonsiliasi.

Hal ini harus diwaspadai sejak dini, mengingat tak lama lagi agenda Pilpres 2019 akan mulai berlangsung.

Bisa saja taktik tersebut akan digunakan kembali. Apalagi sudah jelas terlihat para tokoh yang berada di balik kemenangan gubernur–wakil gubernur terpilih.

Mungkin secara kebetulan, mayoritas dari mereka adalah rival dan lawan Jokowi nanti dalam ajang Pilpres mendatang.

Banyak isu yang kini sudah berseliweran dan akan terus dilancarkan demi kepentingan politik tersebut. Tengok saja isu PKI, anti Islam, intervensi, pro China dan masih banyak lagi.

Setelah ‘syahwat’ mereka tercapai, barulah ajakan rekonsiliasi akan berdatangan seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Pak Jokowi, membangun banyak Infrastruktur memang sangat diapresiasi seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini lama diabaikan pemimpin-pemimpin sebelumnya.

Namun pembangunan banyak infrastruktur tersebut tak akan dirasa cukup, bahkan akan diabaikan bagi banyak kelompok masyarakat.

Serangan isu agama, isu etnis, isu ideologis, berita hoax serta lainnya jauh lebih berpengaruh kepada masyarakat yang kurang pendidikan dan pemahaman agamanya.

Isu itu akan menyasar kepada masyarakat yang terus didoktrin, apalagi atas nama agama. Isu itu akan mengalahkan kinerja baik yang sudah dicapai periode kepemimpinan ini.

Contoh sudah terbentang, Basuki Tjahaya Purnama yang kinerjanya menuai tingkat kepuasan publik di atas 70 persen, harus tersungkur karena isu double minoritas.

Bahkan sang wakil, Haji Djarot Saeful Hidayat yang seorang muslim harus rela diusir dari Masjid ketika Salat Jumat.

Kini saatnya bersikap tegas dan berpihak. Tak boleh terus-terusan gemulai dan terlalu netral. Tak mungkin membuat keputusan untuk menyenangkan semua pihak.

Ada kalanya, saling membela dalam kebenaran sangat diharuskan. Meski itu terlihat memihak dan terkesan menggunakan kekuasaan.

Kini banyak masyarakat Indonesia menunggu langkah Presiden Jokowi untuk menakhodai bangsa ini keluar dari krisis dan potensi perpecahan.

Langkah Jokowi dengan strategi ala Kasparovnya yang tak gampang ditebak, yang langsung memberikan beberapa pukulan telak sekaligus.

Tapi mungkin yang harus diingat, pihak rival juga akan terus mencari penangkal langkah tersebut.

Sama ketika langkah Jokowi ‘membiarkan’ kasus Ahok ke pengadilan yang berhasil dipatahkan lawan.

Vonis yang akhirnya melahirkan banyak keprihatinan dan aksi simpatik di tanah air bahkan hingga luar negeri.

Pak Jokowi, percayalah mayoritas rakyat Indonesia selalu mendukung anda.

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

 

 

 

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional