Menu

Dianggap Intoleran, Fahri Hamzah Diusir dari Manado

  Dibaca : 318 kali
Dianggap Intoleran, Fahri Hamzah Diusir dari Manado
Dianggap Intoleran, Fahri Hamzah Diusir dari Manado

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dihadang dan diusir sejumlah kelompok massa saat melakukan kunjungan ke Sulawesi Utara, Sabtu (13/5/2017).

Beberapa kelompok massa terlihat mendatangi bandara Internasional Sam Ratulangi sejak pagi, menunggu kedatangan Fahri Hamzah yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 10.20 Wita.

Penolakan massa tersebut sudah mulai diserukan lewat pesan berantai di Media Sosial. Fahri dianggap sosok intoleran dan sering mengeluarkan pendapat yang berpotensi memecah belah bangsa.

Kabar penolakan kedatangan Wakil Ketua DPR RI tersebut mulai beredar sejak Jumat (12/5/2017)  melalui media sosial. Apalagi sempat tersiar, kedatangan Fahri juga mengajak beberapa anggota Front Pembela Islam (FPI).

Dalam spanduk yang dibentangkan kelompok masyarakat, mayoritas tidak menerima kedatangan Fahri Hamzah di daerah Nyiur Melambai tersebut.

Fahri Hamzah kemudian diamankan dan dikeluarkan dari pintu belakang Bandara Sam Ratulangi untuk kemudian menuju kantor Gubernur Sulawesi Utara.

Kedatangan Fahri Hamzah ke Manado untuk menghadiri diskusi kepemimpinan dan antikorupsi.

Diskusi yang semula diagendakan di tempat lain, akhirnya dipindah ke kantor gubernur karena situasi yang tidak kondusif.

Kelompok massa lain menghadang Fahri di area kantor gubernur. Keadaan di kantor Gubernur Sulut tampak lebih panas dibandingkan saat penyambutan di bandara.

Aksi massa yang emosional tersebut sempat ditenangkan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey.

Fahri Hamzah akhirnya meninggalkan Manado pukul 17.00 Wita. Dia dikawal pengamanan ketat melalui jalan alternatif yang tidak diblokade massa.

Kapolda Sulut mengatakan, penolakan massa terhadap Fahri Hamzah imbas dari ucapan dan tindakan Fahri selama ini.

“Fahri Hamzah dinilai tidak toleran.  Masyarakat Manado sangat religius, baru menyalakan sejuta lilin, begitu alasan kelompok massa,” ujar Kapolda Sulut, Bambang Waskito.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengaku sebagai kepala daerah dirinya bertanggung jawab terhadap penyambutan dan keselamatan pejabat negara yang berkunjung ke Sulawesi Utara.

Namun begitu, dia memaklumi emosi masyarakat yang menolak kedatangan Fahri Hamzah.

“Saya cukup mengerti dan memaklumi adanya arus penolakan kedatangannya di daerah kita, dan itu sah-sah saja karena hak masyarakat. Tapi sebagai kepala daerah tetap saya harus menerimanya karena kedatangannya dalam kapasitas pejabat negara, bukan yang lainnya,” jelas Olly Dondokambey

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menanggapi hal ini mengaku akan mengevaluasi sistem keamanan bandara. Menurutnya, bandara tidak boleh dimasuki oleh orang-orang yang tidak berkepentingan.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional