Menu

Djarot: Aksi Simpati Jangan Merugikan Diri Sendiri

  Dibaca : 204 kali
Djarot: Aksi Simpati Jangan Merugikan Diri Sendiri
Djarot: Aksi Simpati Jangan Merugikan Diri Sendiri

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meminta simpatisan Basuki Tjahaja Purnama  Ahok) agar tidak merugikan dalam melaksanakan aksinya.

“Tolonglah bantu Pak ahok ya sekarang ini kita konsentrasi itu. Kalau pakai aksi, aksi yang simpati. Ini kan sudah bukan persoalan Ahok saja ini persoalan bangsa,” kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/5).

Djarot menambahkan, tugas utama bangsa Indonesia adalah mengembalikan Pancasila dengan semangat nasionalisme sebagai pondasi berbangsa dan bernegara.

“Sebentar lagi kita peringati Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei. Kita memperkuat keindonesiaan kita. Oleh karena itu satu ‘warning’ bagi kita semua jangan sekali-sekali gunakan isu-isu sara untuk kepentingan kepentingan politik praktis,” katanya.

Diketahui, dalam sebuah aksi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sempat marah terhdap salah satu orator, Veronica Koman Liau.

Ketika melakukan orasi di depan Rutan Cipinang, Veronica menyebut rezim pemerintahan Jokowi lebih buruk dari rezim pemerintahan SBY.

Bagi Tjahjo, kemarahannya adalah hal wajar. Dia merasa tersinggung atas kritikan Veronica. Sebab, kritikan itu tidak hanya menyerang Jokowi secara pribadi namun seluruh perangkat pemerintahan Jokowi termasuk Tjahjo selaku Mendagri.

“(Veronica) mengatakan Pak Jokowi tidak hanya pribadi tapi rezim pemerintahan, saya bagian dari rezim, sebagai Mendagri. Hukum kan sudah ada aturannya, hakim bertanggungjawab pada Tuhan, siapa pun tidak bisa intervensi. Lah dia teriak-teriak yang salah rezimnya Pak Jokowi lebih bagus rezim-rezim masa lalu,” ucap Tjahjo.

Aksi massa simpatisan Ahok, Jumat (12/5/2017) juga harus dibubarkan polisi dengan lewat menyemprotkan air lewat water canon untuk membubarkan massa yang melewati batas waktu aksi.

Polisi memukul mundur massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang bertahan di depan gedung Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo menilai vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada Ahok sudah sesuai ketentuan hukum. Dia meminta semua pihak menghormati vonis tersebut.

Menurut Prasetyo, keputusan hakim yang lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) merupakan hal yang biasa terjadi dalam persidangan.

“Beda pendapat dengan hakim ya itu biasa terjadi, itu tidak jarang, sering terjadi,” ujar Prasetyo.

Tim pengacara Ahok memang sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Namun PT DKI belum menindaklanjuti permohonan tersebut karena surat banding dari PN Jakarta Utara belum diterima. Penangguhan penahanan Ahok akan dibahas setelah majelis hakim Ahok untuk tingkat banding ditetapkan.

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional