Menu

Ahok: Aku Terima Dizalimi atau Difitnah

  Dibaca : 295 kali
Ahok: Aku Terima Dizalimi atau Difitnah
Ahok : Aku Terima Dizalimi atau Difitnah

Hakim Pengadilan Jakarta Utara akhirnya membacakan vonis dalam kasus dugaan penodaan agama. Sidang pembacaan putusan dibacakan di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan.

Dalam pembacaan vonis tersebut, hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto menjatuhkan hukuman dua tahun penjara bagi Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

Ahok dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama terkait ucapannya saat berada di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

“Menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penodaan agama,” ujar hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto, Selasa (9/5/2017).

Majelis hakim berpendapat Basuki Tjahaja Purnama melakukan penodaan agama karena menyebut Surat Al-Maidah dalam sambutannya di hadapan warga.

“Dari ucapan tersebut, terdakwa telah menganggap Surat Al-Maidah adalah alat untuk membohongi umat atau masyarakat atau Surat Al-Maidah 51 sebagai sumber kebohongan dan dengan adanya anggapan demikian, maka menurut pengadilan, terdakwa telah merendahkan dan menghina Surat Al-Maidah ayat 51,” lanjut Dwiarso.

Ahok dinyatakan majelis hakim terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal 156a KUHP, yakni secara sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama.

Putusan majelis hakim lebih berat dibanding tuntutan jaksa yang meminta hakim untuk menghukum Basuki Tjahaya Purnama dengan hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

Majelis hakim juga menyatakan Basuki Thajaya Purnama untuk segera ditahan.

Tim kuasa hukum Basuki Tjahaya Purnama langsung mengajukan banding atas keputusan hakim tersebut.

Usai sidang, Basuki Tjahaja Purnama langsung dibawa ke Rutan Cipinang untuk menjalani hukuman.

Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo menanggapi hal itu mengatakan, pihaknya segera meminta salinan putusan terhadap Ahok ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Kumolo melanjutkan, akan segera mengangkat Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat sebagai Plt Gubernur DKI dan memberhentikan Ahok sebagai Gubernur DKI.

“Mendagri akan menugaskan wakil gubernur sebagai pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta sampai habis masa bakti pasangan Pak Ahok dan Pak Djarot untuk diserahterimakan kepada gubernur definitif nantinya,” kata Tjahjo.

Ahok sendiri sebelumnya menyatakan merasa diperlakukan tidak adil. Menurutnya, sejak ditetapkan jadi tersangka dirinya sudah tidak pernah merasakan keadilan.

Basuki Tjahaja Purnama pasrah dengan apapun vonis hakim atas kasus penodaan agama yang menimpanya.

“Ya mau bilang apa, sekarang juga kamu kira aku diperlakukan dengan adil? Biasa saja aku,” ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/5/2017).

Dia juga menilai tuntutan jaksa yang menggugurkan pasal penodaan agama menunjukkan dirinya tidak melakukan seperti yang dituduhkan.

Namun dia mengaku pasrah dan siap menghadapi semua yang sudah dirancang sang pencipta.

“Aku terima saja mau dizalimi atau fitnah, ya terima saja. Kalau kata pepatah kuno, sebelum paku di atas peti mati kamu berbunyi, enggak usah klaim kamu sukses atau gagal,” kata Ahok.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional