Menu

Tolak Jadi Menteri, Ahok Ingin Saingi Tukul Arwana

  Dibaca : 889 kali
Tolak Jadi Menteri, Ahok Ingin Saingi Tukul Arwana
Tolak Jadi Menteri, Ahok Ingin Saingi Tukul Arwana

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) mengaku bosan dengan dunia politik dan pemerintahan.

Setelah masa jabatannya habis bulan oktober nanti, Ahok mengaku hanya ingin fokus menjadi pembicara dan pengusaha.

Ahok yang kalah dalam pertarungan Pilkada DKI Jakarta, sempat dirumorkan akan diangkat menjadi menteri oleh Presiden Jokowi. Bahkan dia digadang menjadi wakil presiden pada bursa PIlpres 2019 mendatang.

Menanggapi hal itu, dia menepis semua harapan dan prediksi banyak orang. Dia bahkan mengaku kecewa dengan suasana perpolitikan di Indonesia karena masih memakai isu SARA untuk memenangkan Pilkada .

“Mau jadi gubernur saja susah, ini lagi mau jadi wapres. Kafir mana boleh jadi pejabat di sini,” sindir Ahok

Ahok mengaku sudah membulatkan tekadnya menjadi orang bebas selepas mengemban masa tugasnya 3 tahun menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

“Saya sudah putuskan, selesai ini saya akan jadi pembicara saja. Saya tidak mau masuk partai politik, tidak jadi menteri, staf presiden, semuanya tidak, ” kata Basuki Tjahaya Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).

Yang unik, dia justru ingin menyaingi komedian Tukul Arwana yang sukses menjadi host dalam sebuah acara talkshow.

“Saya mau buat ‘Ahok Show’ dengan salah satu stasiun televisi. Tapi dengan revenue sharing. Kalau terima pemasukan dari iklan, saya dibagi lah, 20 atau 30 persen,” jelas Basuki.

Diketahui, masa jabatan pasangan Basuki Tjahaya Purnama-Djarot Saeful Hidayat akan berakhir pada bulan Oktober 2017.

Dari hasil perhitungan suara KPU dalam PIlkada DKI putaran ke-2, 19 April lalu, pasangan Basuki-Djarot tertinggal jauh dalam perolehan suara.

Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta telah mengesahkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi, Minggu (30/4/2017).

Perolehan suara terbanyak pada putaran kedua Pilkada DKI diraih pasangan calon nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan 3.240.987 suara atau setara 57,96 persen.

Basuki Tjahaya Purnama sejatinya adalah wakil gubernur terpilih masa jabatan 2012-2017. Dia berpasangan dengan Joko Widodo yang menjadi gubernur.

Tahun 2014, Joko Widodo diusung menjadi presiden Indonesia dalam pertarungan PIlpres. Joko Widodo kemudian terpilih menjadi presiden ke-7 Indonesia.

Otomatis, Basuki Tjahaya Purnama naik menjadi gubernur DKI Jakarta. Waktu itu Basuki memilih Walikota Blitar, Djarot Saeful Hidayat untuk menjadi wakilnya meneruskan periode kepemimpinan hingga Oktober 2017.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional