Menu

Hasil Rekapitulasi Suara KPU: Anies-Sandi Menang Pilkada DKI Putaran Kedua

  Dibaca : 326 kali
Hasil Rekapitulasi Suara KPU: Anies-Sandi Menang Pilkada DKI Putaran Kedua
Rapat Pleno Terbuka KPU DKI Jakarta, 29 April 2017 untuk rekapitulasi suara hasil Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua.

Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan – Sandiaga Uno memperoleh suara terbanyak pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Hal tersebut disampaikan pada Rapat Pleno terbuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta pada Sabtu (29/4/2017) di Gambir, Jakarta  Pusat.

Pada rapat pleno terbuka itu KPU DKI Jakarta menggelar rekapitulasi suara yang sebelumnya sudah direkapitulasi pada tingkat kota. Hasilnya, pasangan Anies-Sandi berhasil memperoleh 3.240.987 suara (57,96%) sedangkan pasangan Basuki Tjahja Purnama – Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) hanya memperoleh 2.350.366 suara (42,04%). Prosentase suara berdasarkan jumlah suara sah yaitu 5.591.353 suara.

Dengan adanya hasil tersebut, maka pasangan calon Anies-Sandi dipastikan sebagai pemenang Pilkada DKI 2017. Namun sebelum menetapkan pasangan Anies-Sandi sebagai pemenang Pilkada DKI Jakarta, KPU DKI Jakarta memberikan kesempatan bagi pasangan Ahok-Djarot untuk melayangkan gugatan hasil Pilkada dalam waktu tiga kali dua puluh empat jam.

Penetapan pemenang Pilkada DKI Jakarta akan dilakukan KPU jika tidak ada gugatan yang masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK). Rapat pleno terbuka ini hanya sampai pada penetapan hasi suara saja, belum menentukan siapa yang tampil sebagai gubernur DKI Jakarta selanjutnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno. “Kita hanya penetapan perolehan suara,” ujar Sumarno. Penetapan pasangan calon terpilih akan dilakukan KPU DKI Jakarta pada tanggal 5 Mei 2017 nanti jika proses gugatan ke MK sudah selesai.

Ketua tim pemenangan Anies-Sandi, Mohammad Taufik berpendapat bahwa pasangan calon Ahok-Djarot tidak akan melayangkan gugatan ke MK. Taufik meyakini hal itu dengan alasan karena perbedaan hasil rekapitulasi suara yang jauh antara kedua pasangan calon.

“Kami meyakini karena selisihnya besarkan hampir 16 persen saya rasa paslon nomor dua enggak akan melakukan itu,” kata Taufik. Selain itu, Taufik juga merasa yakin karena Tim pemenangan Ahok-Djarot tidak keberatan saat rekapitulasi suara.

Masa tiga hari yang diberikan KPU DKI Jakarta akan mulai berlaku pada Selasa, 2 Mei hingga Jumat 4 Mei 2017. Tanggal 30 April dan 1 Mei tidak masuk dalam hitungan karena merupakan hari libur kerja. Pada Jumat, 5 Mei nanti KPU DKi Jakarta akan menggelar rapat pleno penetapan pemenang Pilkada DKI Jakarta 2017.

Penulis: Onky Leonardo Manua

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional