Menu

Hidup Buni Yani Kini Dilanda Kesusahan

  Dibaca : 434 kali
Hidup Buni Yani Kini Dilanda Kesusahan
Hidup Buni Yani Kini Dilanda Kesusahan

Nama Buni Yani begitu terkenal ketika kasus dugaan penodaan agama mulai merebak. Buni Yani adalah pengunggah potongan video Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama saat berpidato di Kepulauan Seribu.

Saat itu, Buni Yani mengunggah kembali potongan video yang di dalamnya menampilkan Basuki Tjahya Purnama menyebutkan Surat Al-Maidah ayat 51.

Video yang diunggah Buni Yani itu berdurasi 31 detik, sedangkan video asli yang menampilkan pidato Basuki Tjahaya Purnama berpidato di hadapan warga berdurasi 1 jam 40 menit.

Di dalam unggahan tersebut, Buni Yani juga melampirkan caption dengan nada provokatif. Akibat unggahan tersebut, banyak umat Islam yang marah dan kemudian melahirkan aksi demo bela Islam berjilid.

Sama seperti Basuki Tjahaya Purnama yang didakwa kasus dugaan penodaan agama, Buni Yani juga kini sedang menjalani proses hukum di pengadilan.

Buni Yani dijerat pasal 28 ayat 2 UU ITE karena dianggap menyebarkan kebencian di akun media sosial miliknya.

Meski tak ditahan, kehidupan Buni Yani saat ini begitu memprihatinkan. Dia mengaku sejak kasus ini merebak, hidupnya diliputi kesusahan dan keprihatinan.

Setelah dipaksa berhenti dari pekerjaannya sebagai dosen, Buni Yani mengaku sering diteror oleh orang yang tak dikenal.

“Saya diminta berhenti dari kampus saya sudah 6 bulan tidak bekerja. Penelitian saya di Belanda dihentikan teror datang terus ke rumah saya,” kata Buni.

Terakhir, dia mengaku sedang dilanda kesulitan ekonomi karena tidak punya penghasilan dan sedang menghadapi persidangan yang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Beberapa usaha dilakukannya untuk meminta bantuan kepada orang yang bersimpati kepadanya untuk mengulurkan tangan meringankan bebannya.

Melihat keadaan itu, organisasi Gerakan Ibu Negeri (GIN) merasa simpati dan memberikan bantuan kepada Buni Yani ,Jumat (28/4/17).

Para anggota GIN mengaku tidak tega melihat kondisi kehidupan Buni Yani sekarang yang amat terpuruk.

“Kita memberikan bantuan untuk saudara Buni Yani sebesar Rp 23.350.000,” kata Ketua GIN, Neno Warisman.

Meski begitu, Warisman mengatakan tidak bisa membantu lebih jauh untuk memperbaiki kehidupan Buni Yani.

“Kita tidak bisa menyelesaikan hidupnya Pak Buni Yani yang tercemarut tak punya pekerjaan, kehilangan segalanya kita enggak bisa. Ini bentuk inisiatif agar yang lainnya ikut,” tambahnya.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional