Menu

Tanpa Replik dan Duplik, Basuki Langsung Terima Vonis

  Dibaca : 223 kali
Tanpa Replik dan Duplik, Basuki Langsung Terima Vonis
Vonis Ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama dan tim kuasa hukumnya membacakan pledoi menanggapi putusan yang dibacakan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), dalam lanjutan sidang dugaan penodaan agama, Selasa (25/4/2017).

Dalam persidangan yang dilaksanakan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta tersebut, Basuki Tjahaja Purnama menegaskan dirinya tidak bersalah dan hanya menjadi korban fitnah.

Basuki menyatakan tidak pernah menistakan agama atau menyebarkan kebencian terhadap suatu kelompok melalui pernyataan saat bertemu warga di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

“Saya mau tegaskan, saya bukan penista atau penoda agama. Saya juga tidak menghina suatu golongan apapun,” kata Basuki saat membacakan pleidoi.

Basuki Tjahaya Purnama juga meminta majelis hakim memutus perkaranya secara objektif dan adil.

Hal unik dalam agenda pembacaan pledoi tersebut, terdakwa Basuki Tjahaya Purnama menganalogikan dirinya sebagai ikan Nemo, ikan kecil dalam film anak yang populer tahun 2003.

“Saya seperti ikan Nemo yang berani melawan arus, setiap upaya tak akan sia-sia. Saya seperti ikan Nemo yang suka menolong tetapi dilupakan. Saya hanya seekor ikan kecil Nemo di Jakarta yang terus menolong kepada yang membutuhkan. Walaupun saya dihujat karena perbedaan iman saya akan tetap menolong dengan kasih,” kata Basuki.

Sementara itu, tim penasihat hukum Basuki Tjahaya Purnama pun meminta majelis hakim agar kliennya dinyatakan bebas karena terbukti tak bersalah.

Penasihat hukum Basuki Tjahaya Purnama meminta majelis hakim memperhatikan semua bukti dan saksi yang ada dalam persidangan, termasuk awal kasus ini merebak.

Menanggapi berkas pledoi yang dibacakan Basuki Tjahaya Purnama dan tim kuasa hukumnya, JPU kemudian mengambil keputusan yang tidak biasa.

Tim JPU tidak menggunakan hak melakukan replik atau tanggapan atas pledoi. Dengan tidak adanya agenda replik, otomatis penasihat hukum juga tidak mempunyai kesempatan melakukan duplik atau jawaban terhadap replik.

Ketua tim JPU, Ali Mukartono menilai tidak ada fakta baru dari pembelaan yang dibacakan terdakwa dan kuasa hukum karena merupakan pengulangan dari materi eksepsi.

“Untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu, kami merasa apa yang kami sampaikan pada tuntutan sudah cukup. Pada prinsipnya kami tetap pada tuntutan sebagaimana surat tuntutan yang kami bacakan. Demikian sikap kami,” kata Ali mewakili tim JPU.

Mendengar tanggapan JPU, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara kemudian mengagendakan persidangan berikut langsung ke tahap pembacaan vonis, Selasa, (9/5/17).

“Sesuai jadwal, putusan akan kami ucapkan pada 9 Mei 2017. Diperintahkan terdakwa hadir dalam persidangan tersebut,” kata Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto.

Diketahui, Basuki Tjahaya Purnama dituntut JPU hukuman 1 tahun penjara dengan 2 tahun masa percobaan.

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan Basuki Tjahaya Purnama bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 156 KUHP.

Sementara Pasal 156a KUHP digugurkan karena ucapan Basuki tak memenuhi unsur niat menodai agama.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional