Menu

Jokowi Tanggapi Upaya Kudeta yang Diungkap Nairn

  Dibaca : 460 kali
Jokowi Tanggapi Upaya Kudeta yang Diungkap Nairn
Jokowi Tanggapi Upaya Kudeta yang Diungkap Nairn

Tulisan investigatif jurnalis berkewarganegaraan Amerika Serikat, Allan Nairn menjadi perbincangan hangat beberapa waktu terakhir.

Tulisan Nairn berjudul Trump’s Indonesian Allies in Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President.  Tulisan ini pertama kali dirilis oleh situs The Intercept.

Tirto Id kemudian menukil dengan sedikit penyuntingan di bagian yang dianggap minor ke dalam versi bahasa Indonesia dengan judul Investigasi Allan Nairn: Ahok Hanyalah Dalih untuk Makar.

Dalam tulisan tersebut, Nairn mengungkapkan Kasus Basuki Tjahaya Purnama disebutkan hanya menjadi pintu masuk untuk agenda utama melengserkan presiden yang terpilih secara konstitusional

Nairn juga mengulas kaitan sejumlah tokoh negeri ini dengan upaya makar terhadap pemerintahan Jokowi-JK.

Presiden Jokowi menanggapi hal ini, tak mau banyak berkomentar. Jokowi bahkan  mempersilakan wartawan menanyakannya langsung kepada Nairn.

“Yang menulis siapa? Ya, ditanyakan ke Allan Nairn. Kok tanyakan ke saya. Tanyakan ke yang nulis,” kata Jokowi di Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (25/4).

Sebelumnya, beberapa pihak yang disebutkan Nairn dalam tulisannya sudah memberikan komentar tentang tuduhan tersebut.

Mabes TNI telah bersuara terhadap tulisan tersebut. Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menyatakan tulisan Nairn tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

“Dari pemberitaan tersebut, Mabes TNI akan mengambil langkah hukum dengan membuat laporan kepada Kepolisian RI agar diusut dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Wuryanto.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga yang disebutkan dalam tulisan tersebut, menilai Allan tidak paham mengenai Indonesia.

“Allan Nairn ini orang yang menurut saya tidak mengerti tentang indonesia dan tidak punya track record juga sebetulnya sebagai orang yang mengerti tentang Indonesia. Banyak omongannya ngawur,” kata Fadli Zon.

Hary Tanoesoedibjo, pengusaha yang disebut dalam tulisan tersebut bahkan  melaporkan tulisan Allan Nairn kepada pihak kepolisian karena dianggap mencemarkan nama baiknya.

Tetapi dalam laporannya, kuasa hukum Hary Tanoesoedibjo tidak mengungkapkan pihak terlapor.

Sementara, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan tak akan melaporkan Allan Nairn.

“Siapa yang melaporkan? Saya tidak melaporkan. Tidak ada. Enggak usah dipikirin,” kata Gatot.

Diketahui, Allan Nairn yang menyebut dirinya jurnalis aktivis HAM pernah mengungkapkan fakta di berbagai negara, seperti Haiti, Guatemala, Indonesia, dan Timor Timur.

Nairn yang mengaku bersahabat dengan Munir Said Thalib, pernah menulis pembunuhan massal warga sipil dari suku Maya di Guatemala, yang dilakukan oleh Efrain Rios Montt, mantan pemimpin militer yang berkuasa pada 1982-1983.

Nairn sempat akan dihadirkan menjadi saksi dalam persidangan sebagai saksi atas kasus tersebut, namun pada akhirnya ditolak. Pengadilan  kemudian memvonis mantan pemimpin militer Guatemala itu 80 tahun penjara pada tahun 2013.

Dalam karir jurnalistik, Allan Nairn pernah beberapa kali mendapatkan penghargaan karena liputan dan tulisannya dinilai memperjuangkan rasa keadilan dan Hak Asasi Manusia.

Nairn pernah mendapatkan penghargaan Memorial Prize Pertama Robert F. Kennedy untuk Radio Internasional karena peliputan mereka di Timor Timur (1993).

Nairn juga menerima penghargaan George Polk untuk Jurnalisme tentang Majalah Pelaporan (1994).

Di tahun yang sama, Nairn menerima penghargaan James Aronson untuk Keadilan Sosial Jurnalisme. Nairn diberikan penghargaan tersebut karena tulisannya tentang  Haiti di majalah The Nation (1994).

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional