Menu

Ibunda Sedih, Gerry Batal Nikah dan Pilih Gantung Diri

  Dibaca : 446 kali
Ibunda Sedih, Gerry Batal Nikah dan Pilih Gantung Diri
Ibunda Sedih, Gerry Batal Nikah dan Pilih Gantung Diri

Malam itu, terjadi pembicaraan serius antara anak lelaki dengan ibunda tercinta. Sang anak meminta izin dan restu kepada ibunya untuk menikah dengan pujaan hatinya.

Sang ibu yang mendengar permintaan anaknya, menyanggupi meski dengan air mata bercucuran.

Sang ibu memang dilanda kebingungan. Di satu sisi dia tahu kewajibannya sebagai orang tua dan ingin anaknya bahagia dengan pilihan hatinya.

Tapi di sisi seberang, keadaan saat itu belum memungkinkan. Sang ibu belum mempunyai uang cukup untuk menikahkan buah hatinya itu.

Gerry Sariowan (19), sang anak tak lagi banyak bicara usai ibunya menyanggupi permintaannya meski harus meminjam uang kepada orang lain.

Gerry langsung bergegas masuk ke kamar dan langsung mengunci diri. Hatinya terpukul karena melihat sang ibu berlinangan air mata.

Hingga matahari meninggi, Gerry belum juga terbangun. Sang ibu yang tahu Gerry belum makan coba mengetuk kamarnya membangunkan Gerry.

Beberapa kali memanggil nama Gerry, tak ada jawaban dari dalam kamar.

Sang ibu yang mulai khawatir, langsung berputar mengintip dari jendela kamar.

Seketika, sang ibu histeris ketika melihat buah hatinya sudah tergantung kaku dengan lilitan tali di lehernya.

Gerry Sariowan ternyata memilih membatalkan keinginannya untuk menikah dengan jalan gantung diri.

Warga Kelurahan Imandi, Dumoga Timur, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara itu ditemukan tewas tergantung dengan seutas tali melilit di leher, Sabtu (22/4/2017) pukul 13.00 Wita.

Pemuda pendiam yang suka membantu ibunya tersebut memilih keputusan yang salah, dia memaksa mengakhiri hidupnya karena tak tega melihat ibunya sedih.

Kanitreskrim Polsek Dumoga, Aiptu Samad Danial bertutur, pihaknya masih menyelidiki kematian korban.

Namun, dugaan sementara, korban merasa tak tega membebani ibunya yang harus meminjam uang kepada orang lain untuk menikahkan korban.

“Mungkin korban merasa iba dengan ibunya karena selalu menangis. Mungkin korban merasa telah membebani ibunya,” terang Samad.

Samad menambahkan, permintaan Gerry kepada ibunya memang bukan baru sekali disampaikan.

Beberapa kali Gerry menyampaikan keinginannya untuk berumah tangga, tapi setiap pembicaraan tentang hal itu, ibunya selalu terlihat sedih.

Dengan kondisi ekonomi yang tak menentu, biaya pernikahan sang anak dirasa merupakan nominal yang begitu besar. Bahkan mungkin, mustahil untuk dipenuhinya.

Kini Gerry telah berpulang, membawa cinta, kesedihan dan penyesalannya karena terlahir bukan di tengah keluarga berkecukupan. Ironis.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional