Menu

PSSI, (Tolong) Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama….

  Dibaca : 365 kali
PSSI, (Tolong) Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama….
PSSI, (Tolong) Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama....

Gojek Traveloka Liga 1 telah resmi bergulir Sabtu (15/4/17). Publik sepak bola Indonesia yang telah lama menanti liga ini langsung bersuka cita.

Ada nafas baru, harapan baru dari PSSI dan gerbong barunya untuk menata sepak bola Indonesia lebih baik, lebih berprestasi di tingkat Asia bahkan dunia.

Namun, belum dua hari liga 1 digelar, langsung terdengar permasalahan klasik di persepakbolaan Indonesia.

Kali ini, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) akan melaporkan Persib Bandung dan operator PT Liga Indonesia Baru kepada pihak Keimigrasian.

BOPI menilai keduanya telah melanggar kesepakatan tentang persyaratan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) untuk pemain asing.

Pemain yang dimaksud tentu saja adalah dua bintang dunia milik Persib bandung, Michael Essien dan Carlton Cole, yang sudah bermain di partai perdana Persib Bandung.

Ancaman BOPI tersebut juga seia sekata dengan Kemenpora yang berjanji akan menindak tegas PT LIB selaku operator.

Kemenpora kecewa pihak operator membolehkan Persib Bandung memainkan kedua pemain asingnya yang masih bermasalah, padahal beberapa jam sebelum pertandingan sempat terjadi koordinasi antara BOPI, PT LIB dan Kemenpora.

“Sebelum pertandingan, Berlinton Siahaan (direktur PT LIB) menelepon Noor Aman (Ketua BOPI) untuk meminta toleransi. Saya katakan ketentuan yang sudah ditetapkan BOPI harus dipatuhi dan tidak ada toleransi,” kata Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot Sulistiantoro Dewa Broto.

Ketua PSSI, Edy Rahmayadi menanggapi hal ini mencoba menenangkan masalah. Menurutnya permasalahan tersebut akan segera diatasi.

“Ada komunikasi antara Ketua BOPI dengan PSSI dan masih proses. Sepakbola ini kan hiburan rakyat. Segera mungkin kita bereskan.” katanya.

Kejadian tersebut jelas mengingatkan publik sepak bola pada kejadian yang berujungnya dibekukannya kegiatan PSSI pada 2015 lalu.

Saat itu, PSSI terlalu pongah tak mau mendengar rekomendasi BOPI terkait ‘kesehatan’ dan manajemen klub yang akan berlaga di Liga Indonesia.

Atas nama statuta FIFA, PSSI mengabaikan instrumen pemerintah, mereka bersikukuh hal tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah.

Mungkin hal itu terlalu jauh untuk dibandingkan, karena sekarang pengurus PSSI terlihat ‘mesra’ dengan pemerintah.

Tetapi, kejadian tersebut boleh menjadi tanda awas bagi PSSI untuk tidak mengulangi kesalahan sama pengurus sebelumnya.

Liga 1, sudah diniatkan menjadi liga profesional dengan segala persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Liga ini diharapkan menjadi candradimuka pembentukan timnas Indonesia yang hebat.

Publik sudah bosan dengan segala permasalahan dan kekisruhan sepak bola Indonesia yang sudah berlangsung terlalu lama.

Kini saatnya, Indonesia bangkit. Jangan ada lagi pelanggaran atau tindakan mengistimewakan sebuah klub.

Michael Essien, Carlton Cole atau pemain manapun, jika belum melengkapi persyaratan yang ditetapkan jelas belum bisa dimainkan.

Hal itu juga harus berlaku jika Lionel Messi atau Christiano Ronaldo bermain di Liga 1.

Penulis : Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional