Menu

Liga 1, Unik dan Berani Tampil Beda

  Dibaca : 332 kali
Liga 1, Unik dan Berani Tampil Beda
Liga 1

Gojek Traveloka Liga 1 Indonesia resmi bergulir (15/4/17). Setelah sempat mengalami kemunduran jadwal, dua pertandingan di hari pertama menandai liga ‘terunik’ dunia dimulai.

Pembukaan liga 1 juga bak oase bagi pecinta sepak bola Indonesia yang dahaga aksi sepakbola tanah air. Kini publik tengah bereuforia menikmati kemenangan sepak bola Indonesia.

Pertandingan pertama berlangsung di pulau Borneo, menghadirkan perang saudara antara tuan rumah Barito Putra menjamu tim yang baru saja mendatangkan Momo Sisoko, Mitra Kukar di Stadion 17 Mei, Banjarmasin.

Belum memainkan marque player mereka, Mitra Kukar yang sempat uggul lewat Septian David Maulana di menit ke-12 akhirnya harus pulang dengan menutup wajah.

Tim asuhan jakcon F. Tiago berhasil membalikkan keadaan dan berbalik ungggul lewat gol Thiago Cunha dan Dedy Hartono.

Sementara di bumi priangan Bandung, tersaji duel klasik yang mempertemukan tim Persib Bandung dengan Arema Malang.

Persib yang menjadi kontestan paling difavoritkan menjadi juara liga, karena mendatangkan dua pemain kelas dunia, ternyata tak bisa berbuat banyak.

Meski memainkan Michael Essien dan Carlton Cole, anak–anak Maung Bandung asuhan Djajang Nurjaman tak bisa membongkar pertahanan para Singo Edan polesan pelatih Aji Santoso hingga pertandingan berakhir.

Kedua kiper I Made Wirawan dan Kurnia Meiga menjadi bintang dalam pertandingan ini karena menunjukkan kelasnya dengan bermain atraktif, sehingga tak ada gol yang tercipta.

Partai Persib Bandung dan Arema Malang ini menjadi ajang seremoni pembukaan liga pertama di bawah kepengurusan PSSI baru.

Liga 1 akan menjadi liga terunik karena menerapkan peraturan berbeda dengan liga lain yang ada di dunia. Mulai dari hadiah, jumlah pergantian pemain, jumlah pemain junior dan senior, serta jatah pemain asing.

Namun jelas itu sudah menjadi perhitungan matang yang dilakukan demi tujuan utama, kemajuan sepakbola Indonesia.

Kini liga Indonesia ditopang penuh pemerintah, tak ada lagi gontok-gontokkan pengurus PSSI dan pemerintah atas nama statuta FIFA.  Keduanya sekarang mesra dan bersatu untuk kemajuan prestasi sepakbola nasional.

“Ini merupakan momentum untuk kenyamanan dan kebahagiaan sepakbola Indonesia. Selain itu ini adalah momentum persatuan bangsa, ” begitu kata Imam Nahrawi di sela pertunjukan tarian dan lantunan musik tradisional.

Harapan melihat sepakbola Indonesia berjaya di tingkat Asian dan dunia memang menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia. Dengan liga berkualitas yang digerakkan operator profesional kita sudah berada di trek yang benar.

Harapan melihat Indonesia tampil di piala dunia, memang masih mimpi namun perlahan mulai mendekati kenyataan.

Kebijakan FIFA yang menambah jatah Asia dalam pagelaran empat tahunan tersebut menjadi angin segar dan pelecut agar kita cepat berbenah dan mempersiapkan tim terbaik.

Semoga dengan kehadiran pemain asing ternama, pemain lokal dan wasit berkualitas serta ditunjang perhatian pengurus dan pemerintah, Indonesia akan bangkit menjadi tim yang ditakuti, bukan hanya di Asia tapi dunia.

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional