Menu

Setya Novanto yang Pura-Pura Telepon

  Dibaca : 331 kali
Setya Novanto yang Pura-Pura Telepon
Setya Novanto yang Pura-Pura Telepon

Nama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Setya Novanto kembali ramai dibicarakan. Setelah namanya disebut terkait dengan kasus korupsi KTP-EL yang merugikan keuangan negara Rp 2,3 triliun, kini Novanto juga dicegah untuk bepergian ke luar negeri oleh KPK.

Komisi antirasuah menganggap Setya sebagai saksi penting bagi tersangka Andi Agustinus atau Andi Narogong.

Novanto kini selalu diburu pekerja media untuk mendengar tanggapannya tentang kasus yang membelit dirinya.

Namun ada hal unik yang terjadi, ketika para jurnalis mencoba mewancarai Setya Novanto ketika berada di Gedung DPR ((11/4/17).

Kejadian ini bermula saat wartawan sebuah radio mengunggah foto Setya Novanto yang ingin menghindari diwancarai wartawan dengan berpura-pura sedang menelepon.

Lewat akun twitter pribadinya, @reporterjail memperlihatkan foto Setya Novanto yang sedang berbicara di telepon selular miliknya.

Namun di layar justru terlihat Novanto sedang membuka aplikasi WhatsApp, yang mengindikasikan dia tidak benar-benar menelepon.

Ketua DPR lagi Telepon.. tapi layarnya kok layar WA ya..iyaa ya.. duh Kata Mamah2 Muda yg sayang ama gw, gw ga boleh Suudzon” tulis akun @reporterjail.

Hal ini sontak menjadi viral di media sosial. Banyak yang meyakini aksi Setya Novanto ini dilakukan karena tak ingin banyak berkomentar di media setelah namanya disebut terlibat dalam kasus korupsi KTP-EL.

Awalnya, para wartawan sedang melakukan wawancara dengan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Saat itu, Setya Novanto terlihat datang ke gedung DPR.

Hal itu membuat para wartawan langsung mengejar Novanto yang saat itu terlihat sedang ‘menelepon’.

Para jurnalis ingin mendengarkan tanggapan Novanto tekait penyerangan yang diterima penyidik KPK, Novel Baswedan, termasuk soal kasus KTP-EL dan pencegahan dirinya ke luar negeri. Mereka terus mengikuti Novanto yang masih sibuk menelepon.

Setya hanya memberikan satu jawaban dari beberapa pertanyaan para wartawan yang mengikutinya hingga di depan lift.

“Itu tindakan yang sangat tidak beradab yang harus diusut tuntas karena beliau adalah seorang yang profesional yang teruji dedikasinya, loyalitasnya, dan tentu kita berharap ini segera diusut secara tuntas,” kata Setnov menanggapi soal penyerangan Novel Baswedan, sebelum masuk lift.

Tingkah Setya Novanto yang pernah terkait kasus ‘Papa Minta Saham’ memang agak berbeda setelah namanya ramai dibicarakan. Novanto kini jarang dan terkesan takut menghadapi para awak media.

Dalam acara pelantikan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2017-2022 serta Saldi Isra sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi pengganti Patrialis Akbar, Novanto yang menjabat Ketua DPR tidak terlihat.

Padahal, sejumlah pimpinan lembaga negara seperti Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Ketua MA Hatta Ali dan Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari tampak menghadiri agenda tersebut.

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional