Menu

Novel Baswedan Jalani Perawatan di Singapura

  Dibaca : 195 kali
Novel Baswedan Jalani Perawatan di Singapura
Novel Baswedan Jalani Perawatan di Singapura

Penyidik KPK, Novel Baswedan yang mendapat serangan (11/4/7) kini menjalani perawatan di Singapura. Novel yang mendapat siraman air keras dari dua orang tak dikenal usai menjalankan ibadah Salat Subuh di dekat rumahnya, sempat mendapat perawatan di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading.

Novel kemudian dipindahkan ke RS Jakarta Eye Center (JEC) Menteng, Jakarta pusat untuk mendapatkan perawatan lebih intensif karena matanya terkena air keras.

Pihak kepolisian hingga kini telah memeriksa 14 orang yang berada di sekitar tempat kejadian saat Novel diserang.  Selain itu, polisi sudah mengamankan barang bukti dari lokasi kejadian seperti cairan yang digunakan penyerang dan kamera CCTV di rumah Novel.

Pihak kepolisian langsung bergerak cepat mengungkap kasus ini. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan memastikan ada aktor intelektual di balik insiden tersebut.

Sejak kasus ini merebak, banyak orang yang mengirimkan simpati buat Novel Baswedan. Di media sosial berseliweran pesan dan gambar untuk mendukung Novel dan KPK. Banyak yang berpendapat hal ini merupakan bentuk intimidasi dan upaya melemahkan kinerja KPK dalam memberantas korupsi.

Diketahui, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mendapat serangan dari dua orang tak dikenal usai melaksanakan Salat Subuh, Selasa (11/4/2017).

Novel yang melaksanakan Salat Subuh di Masjid Al-Ihsan Abdur Rahim Hasan dekat rumahnya, merintih kesakitan setelah disiram air keras di bagian wajah saat berjalan pulang dari Masjid.

Akibat serangan itu, Novel terluka di bagian wajah dan mata. Warga sekitar yang sempat mendengarkan erangan dan teriakan Novel, langsung melarikan Novel ke RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading.

Aksi intimidasi yang diterima Novel baru kali ini terjadi. Sejak beberapa tahun lalu, Novel banyak mendapatkan ancaman dan intimidasi jika mengusut kasus yang melibatkan tokoh besar. Dia bahkan sempat dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian meski kasus yang dituduhkan sudah terjadi belasan tahun silam.

Selama berkarir di KPK, Novel Baswedan yang menjadi penyidik sejak 2007 banyak terlibat dalam kasus besar seperti kasus Wisma Atlet yang menyeret banyak tokoh politik ke penjara dan kasus jual beli perkara sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi.

Yang terbaru, Novel menjadi penyidik kasus korupsi proyek pengadaan KTP-El yang diduga merugikan negara senilai Rp 2,3 triliun.

Novel juga sempat dihadirkan dalam sidang kasus tersebut di pengadilan sebagai saksi. Dalam kesaksiannya, Novel menyebut beberapa nama tokoh politik yang terkait dalam kasus tersebut.

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional