Menu

Maaf untuk Agus-Sylvi yang Terlupakan

  Dibaca : 1216 kali
Maaf untuk Agus-Sylvi yang Terlupakan
Maaf untuk Agus-Sylvi yang Terlupakan

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) resmi mengakhiri rangkaian debat antar calon pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Rabu (12/4/17).

Debat ke-4 yang digelar di hotel Bidakara Jakarta itu terbilang sukses. Presenter cantik Ira Koesno yang dimandatkan menjadi moderator tampak menjalankan tugasnya dengan baik. 

Sayang, tak ada hal yang istimewa dalam debat tersebut, semuanya seperti berulang dari debat-debat sebelumnya. Bahkan boleh dibilang debat ini merupakan antiklimaks dari semua debat yang pernah digelar.

Namun ada dua hal mendasar yang cukup menarik dibahas karena menggambarkan karakter dua pasangan calon yang bertarung dalam putaran dua ini.

YANG PERTAMA, sepanjang debat berlangsung, dari apa yang diutarakan terlihat jelas ambisi besar satu calon gubernur untuk menduduki posisi tersebut.

Karakter ini mungkin sudah mulai terlihat di beberapa debat sebelumnya, baik yang resmi ataupun tidak. Terlihat perbedaan jelas antara makna optimisme dan ambisius.

Sementara calon gubernur yang lain, justru terlihat lebih pasrah. Bahkan, dalam menjelaskan tentang program kerja dan visi misi, sang calon tak lagi terlalu ngotot. Mungkin karena hal ini sudah berulang kali dijelaskan dalam beberapa kesempatan.

YANG KEDUA, saat penghujung debat, moderator memberikan kesempatan kedua pasangan calon untuk meminta maaf jika selama proses Pilkada DKI berlangsung, pernah menyingung atau menyakiti pasangan lain.

Satu pasangan meminta maaf dengan menganalogikan perbuatan pasangan lawan. Menegaskan pentingnya keadilan seperti menyindir lawannya yang tak bisa menerapkannya di Jakarta.

Calon gubernur ini juga menyelipkan permintaan memilih dirinya saat hari pencoblosan nanti. Tergambar, calon gubernur malah memposisikan diri sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih, mirip pidato kemenangan.

Saat tiba kesempatan sama buat pasangan berikut, terlihat mereka meminta maaf atas nama pasangan dan keluarga kepada lawannya, bahkan kepada lawannya di putaran pertama yang kini tak ikut. Hal ini dilupakan calon gubernur sebelumnya.

Sikap berbeda yang ditunjukkan kedua pasangan dalam debat terakhir memang bukan hal yang salah. Akan selalu ada perdebatan tentang definisi optimisme dan ambisius.

Namun, kalimat permintaan maaf kepada pasangan nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylvia Murni (AHY-Sylvi) yang disebutkan calon nomor urut dua, mungkin akan memberikan persepsi baru kepada pendukung AHY-Sylvi yang belum mantap menentukan pilihan.

Kalimat itu menjadi sangat penting karena pasangan itu masih menunjukkan respek kepada mantan lawannya meski mereka pernah jadi rival sengit.

Apalagi ini adalah permohonan maaf, kalimat yang mempunyai posisi tinggi dan mulia dalam budaya timur serta kehidupan berbangsa di Indonesia.

Kalimat itu mungkin yang akan menjadi penentu pada hari pencoblosan 19 April nanti.

Karena jika dilihat, kedua kontestan yang bertarung di putaran dua ini praktis tinggal memperebutkan 17 persen suara milik pasangan nomor satu dan 100 ribu lebih pemilih tambahan, di luar suara para pemilih yang sudah menetapkan pilihannya sejak awal.

Biar waktu yang menjawabnya…

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional