Menu

Aksi Teror Terhadap KPK Berlanjut

  Dibaca : 217 kali
Aksi Teror Terhadap KPK Berlanjut
Aksi Teror Terhadap KPK Berlanjut

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mendapat serangan dari dua orang tak dikenal usai melaksanakan Salat Subuh, Selasa (11/4/2017).

Novel yang melaksanakan Salat Subuh di Masjid Al-Ihsan Abdur Rahim Hasan dekat rumahnya, merintih kesakitan setelah disiram air keras di bagian wajah saat berjalan pulang dari Masjid.

Akibat serangan itu, Novel terluka di bagian wajah dan mata. Warga sekitar yang sempat mendengarkan erangan dan teriakan Novel, langsung melarikan Novel ke RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading.

Penyerangan ini mendapat perhatian banyak pihak. Banyak yang berpendapat hal ini merupakan bentuk intimidasi dan upaya melemahkan kinerja KPK dalam memberantas korupsi.

Aksi intimidasi yang diterima Novel baru kali ini terjadi. Sejak beberapa tahun lalu, Novel banyak mendapatkan ancaman dan intimidasi jika mengusut kasus yang melibatkan tokoh besar. Dia bahkan sempat dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian meski kasus yang dituduhkan sudah terjadi belasan tahun silam.

Selama berkarir di KPK, Novel Baswedan yang menjadi penyidik sejak 2007 banyak terlibat dalam kasus besar seperti kasus Wisma Atlet yang menyeret banyak tokoh politik ke penjara dan kasus jual beli perkara sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi.

Yang terbaru, Novel menjadi penyidik kasus korupsi proyek pengadaan KTP-El yang diduga merugikan negara senilai Rp 2,3 triliun.

Novel juga sempat dihadirkan dalam sidang kasus tersebut di pengadilan sebagai saksi. Dalam kesaksiannya, Novel menyebut beberapa nama tokoh politik yang terkait dalam kasus tersebut.

Belum diketahui kaitan penyerangan penyidik senior ini dengan sejumlah kasus yang ditanganinya.

Untuk diketahui, air keras merupakan istilah umum yang dipakai untuk mendeskripsikan sebuah cairan dengan bahan-bahan bersifat iritan kuat.

Kulit yang terkena cairan jenis ini akan mengalami iritasi kuat hingga merusak kulit seperti terbakar api.

Kandungan bahan yang terkandung bisa menyebabkan lepasnya ikatan antar sel epidermis dan terjadinya penumpukan cairan dalam rongga atau biasa dikenal dengan istilah melepuh.

Jika air keras yang disiramkan memiliki konsentrasi bahan iritatif yang tinggi dan lama berdiam di kulit, kerusakan yang terjadi akan lebih parah karena sampai ke lapisan kulit bagian dalam.

Jika lapisan kulit lebih dalam rusak, maka bisa menimbulkan bekas seperti luka bakar yang bersifat permanen.

Selain kulit, air keras juga bisa berbahaya jika terkena area mukosa, seperti mata. Jika air keras masuk ke mata maka bisa menimbulkan kerusakan kornea.

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional