Menu

Pembacaan Tuntutan Basuki Usai Pilkada

  Dibaca : 234 kali
Pembacaan Tuntutan Basuki Usai Pilkada
JPU Tunda Pembacaan Tuntutan Basuki Usai Pilkada

Sidang kasus dugaan penodaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaya Purnama akhirnya ditunda hingga dua pekan mendatang atau usai Pilkda DKI Jakarta digelar.

Dalam lanjutan persidangan yang dilaksanakan di auditorium Kementrian Petanian, Jl RM Harsono, Ragunan, Jaksel, Selasa (11/4/2017), agenda yang tertera adalah pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Basuki Tjahaya Purnama.

Namun dalam persidangan tersebut, ketua tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono mengatakan kepada majelis hakim jika berkas penuntutan yang disusun tim JPU belum selesai dibuat.

“Yang Mulia ketua majelis, tim penasihat hukum yang kami hormati, waktu satu minggu tidak cukup bagi kami. Dengan segala maaf, kami memohon waktu untuk pembacaan surat tuntutan tidak bisa kami bacakan hari ini,” ujar Ali Mukartono.

Banyaknya saksi dan tambahan di perkas perkara, menurut JPU membuat waktu yang tersedia tak mencukup menyelesaikan berkas tuntutan tersebut.

“Kami sudah mengupayakan dalam seminggu, tapi sampai tadi malam belum selesai,” tambahnya.

Dia juga menegaskan penundaan pembacaan putusan terhadap Basuki Tjahaya Purnama tidak berkaitan dengan surat Kapolda Metro Jaya.

Diketahui, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan sudah menyurati PN Jakarta Utara menyarankan agar sidang pembacaan tuntutan tersebut ditunda hingga usai Pilkada DKI Jakarta.

Alasannya, selain faktor keamanan, produk proses hukum tersebut nantinya bisa berpotensi dijadikan senjata politik dalam Pilkada DKI Jakarta. Surat yang dikeluarkan Kapolda Metro jaya tersebut mendapat pro dan kontra dari kedua kubu.

Pihak PN Jakarta Utara sendiri tetap menggelar sidang, karena menurut aturan penundaan sidang juga harus disampaikan dalam sidang.

Majelis hakim di akhir persidangan menyatakan sidang dugaan penodaan agama akan dilanjutkan pada 20 April mendatang atau satu hari setelah hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta.

Basuki Tjahaya Purnama didakwa melakukan tindakan penodaan agama saat menyebutkan surat Al-Maidah 51 di hadapan warga Kepulauan Seribu (27/9/16) lalu.

Dalam dakwaan, Basuki Tjahaya Purnama didakwa dengan Pasal 156 dan pasal 156 huruf a KUHP. Basuki terancam hukuman penjara selama lima tahun.

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional