Menu

Benarkah Video Basuki-Djarot Sudutkan Islam?

  Dibaca : 546 kali
Benarkah Video Basuki-Djarot Sudutkan Islam?
Benarkah Video Basuki-Djarot Sudutkan Islam?

Menjelang hari pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, 19 April, pasangan nomor urut dua, Basuki Tjahaya Purnama dan Djarot Saiful Hidayat merilis sebuah video tentang keberagaman.

Sejak video ini dipublikasi calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di media sosial, Minggu (9/4/17), video tersebut langsung mendapat tanggapan beragam.

Video berjudul #BeragamItuBasukiDjarot itu berdurasi 2 menit dan dimulai dengan rekaman suara calon wakil gubernur, Djarot Saiful Hidayat.

“Saudara-saudaraku, seluruh warga Jakarta, waktu sudah mulai mendekat. Jadilah bagian dari pelaku sejarah ini, dan akan kita tunjukkan bahwa negara Pancasila benar-benar hadir di Jakarta,” begitu terdengar suara Djarot.

Suara Djarot tersebut mengiringi visual sekelompok orang yang sedang melakukan demonstrasi dan menakuti ibu dan anaknya di sebuah mobil. Tampilan gambar itu mengingatkan kejadian demonstrasi besar menjelang kejatuhan era orde baru.

Yang menjadi kontroversi, dalam sebuah visual tampak sekelompok orang berpeci dan bersorban sedang berdemo dan di belakangnya terdapat poster bertuliskan ‘Ganyang Cina’.

Memang jika dilihat, video tersebut agak bertendensi menyudutkan kelompok Islam jika itu diidentikkan dengan peci dan sorban.

Tetapi, dari penuturan tim suksesnya, video tersebut tak bermaksud untuk memprovokasi tetapi merupakan cerminan realitas. Video ini untuk memberikan pesan jika keragaman sebagai bangsa harus selalu dijaga.

Banyak alasan hingga video ini dipublikasikan, apalagi menurut mereka video tersebut sudah melalui tahapan konsultasi dengan para ahli iklan, aktivis HAM, dan aktivis perempuan.

“Ada penggunaan ayat-ayat suci guna menghalangi hak WNI untuk dipilih dan memilih menjadi materi dalam kampanye. Jakarta akan jadi miniatur Indonesia yang berbhineka tunggal ika berlandaskan Pancasila,” begitu kata Eva Kusuma Sundari, tim sukses Basuki-Djarot.

Raja Juli Antoni, tim sukses Basuki Djarot lainnya menambahkan video tersebut dibuat berdasarkan sejarah kebangsaan yang benar terjadi.

“Video itu menceritakan fakta historis kita sebagai bangsa di mana proses nation building kita memang belum selesai. Provokator masih mengancam, mencabik-cabik tenun kebangsaan kita. Spanduk Ganyang Cina misalkan sering ada di aksi-aksi belakangan ini. Itu fakta,” begitu Raja menjelaskan.

Memang tak bisa dipungkiri, saat ini aksi berbau SARA mengatasnamakan agama semakin sering terjadi di masyarakat, saat momen Pilkada DKI Jakarta.

Yang paling memiriskan, ketika jenazah yang harusnya menjadi tanggung jawab sesama muslim justru ditolak untuk disalatkan karena pilihan politik yang berbeda. Belum lagi masjid yang terang-terangan memasang spanduk provokatif serta ceramah yang berbau politis.

LEPAS dari kenyataan itu, mungkin tak semestinya timses Basuki-Djarot menampilkan adegan itu. Langkah itu terkesan kurang bijaksana dan memantik reaksi berlebihan para lawan. Itu bisa jadi blunder untuk menyudutkan pasangan Basuki-Djarot.

Jika ingin menggambarkan realitas saat ini, jauh lebih bijak dan menohok ketika pasangan itu menampilkan poster, spanduk atau ceramah yang benar-benar terjadi ketika masa pilkada DKI Jakarta ini.

Tak perlu membuka kontroversi baru, saat masa pencoblosan semakin dekat. Kini, akan lebih menuai simpati sekaligus menutup celah, jika timses Basuki-Djarot mengeditnya dan menyensor bagian yang diributkan tersebut.

Mungkin, akan lebih adil juga jika warga Jakarta melihat video yang pernah ditampilkan timses Anies-Sandi ketika putaran pertama lalu yang pernah dikaitkan dengan masalah SARA.

Video itu intinya menceritakan seorang wanita yang menceritakan tiga orang cowok kepada orang tuanya.

Cowok pertama diceritakan sebagai orang yang tidak berpengalaman tapi suka kasih uang. Uang itu katanya milik bapaknya.

Secara tidak langsung, itu menggambarkan sosok mirip Agus Harimurti Yudhoyono, jika tak ingin dibilang menghina dan merendahkan mantan calon gubernur nomor urut satu itu.

Cowok kedua diceritakan sebagai orang yang beda agama dan suka berkata kasar. Cowok kedua juga diidentikkan sebagai pekerja keras mirip sosok calon gubernur nomor urut dua, Basuki Tjahaya Purnama.

Sedangkan cowok ketiga, diceritakan mempunyai pribadi sempurna karena pintar, punya pengalaman kerja, jujur, sayang dan peduli sekeliling serta bermasa depan cerah.

Entah sosok mana yang dimaksudkan oleh cewek dalam video tersebut. Wallahu A’lam…

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional