Menu

Ini Liga Indonesia, Essien…

  Dibaca : 2808 kali
Ini Liga Indonesia, Essien…
Ini Liga Indonesia, Essien…

Persib Bandung melakoni partai ujicoba dengan Bali United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung (8/4/17).

Persib yang kini difavoritkan menjuarai Liga 1, secara mengejutkan kalah dari sang tamu 1-2.

Dua gol Bali United dicetak oleh Irfan Bachdim dan Yabes Roni. Sedangkan Tim Maung Bandung hanya bisa membalas sebiji gol lewat penggawa timnas Indonesia Raphael Maitimo.

Hasil pertandingan tersebut sontak menjadi perhatian banyak pihak. Persib yang dihuni sejumlah pemain berpengalaman tanah air ditambah dua pemain asing dunia mereka ternyata bisa dikalahkan oleh Bali United.

Namun ada kejadian menarik di balik pertandingan itu. Kejadian itu melibatkan pemain muda Bali United yang mencetak gol kedua, Yabes Roni dan mantan pemain Chelsea yang kini bermain untuk Persib Bandung, Michael Essien.

Pada menit ke-73, di sisi kiri lini pertahanan Persib bandung, Penyerang muda Bali United Yabes Roni mencoba melakukan serangan namun gagal.

Kesal dengan hal itu, Yabes mengejar bola yang memantul berbalik dan langsung menendang voli bola tersebut ke arah permainan sendiri. Tapi Essien yang berdiri dekat bola justru terkena bola dengan keras.

Akibatnya Essien marah dan mengejar Yabes yang sudah lebih dulu lari jauh ke belakang. Beruntung pemain kedua tim langsung menenangkan Essien.

Yabes akhirnya mendapat kartu kuning kedua dan mengharuskannya meninggalkan lapangan.

Kelakuan kedua pemain ini menjadi perhatian dan pembicaraan publik sepakbola. Memang harus diakui Yabes melakukan tindakan tak sportif yang sepertinya sengaja menendang bola ke arah Essien.

Tapi Yabes adalah pemain muda yang masih labil emosinya. Dia juga ‘tidak’ terkenal dan masih berkembang sebagai pesepakbola tanah air.

Namun, yang pantas digarisbawahi adalah sportivitas seorang Michael Essien dan ketegasan wasit sebagai pengadil

Tak sepantasnya Essien yang notabene seorang pesepakbola terkenal dan cukup makan asam garam di sejumlah liga top dunia berlaku seperti itu.

Yang memprihatinkan, wasit tidak turut mengusir Essien yang sudah bersikap di luar batas, apalagi dengan statusnya sebagai pemain besar.

Kedatangan Essien ke Indonesia bukan sekadar untuk mengangkat prestasi Persib Bandung, tetapi lebih luas untuk mengangkat sepakbola Indonesia.

Jika hanya terkena bola, kemudian menjadi cengeng dan emosional seperti itu, sudah bisa diprediksi masa depannya di liga 1 nanti.

Bukankah semasa jayanya, Essien dikenal karena kekuatannya dalam urusan saling tabrak dan saling tebas? Kenapa sekarang hanya terkena bola, dia bersikap seperti itu?

Ini liga Indonesia, Essien…

Ini liga yang sejak dulu terkenal dengan adegan norak dan brutal dalam pertandingan sepakbola.

Perlahan tapi pasti, Essien akan memahami bagaimana kerasnya permainan di sepakbola Indonesia.

Mungkin Liga Indonesia masih kalah indah dengan sepakbola Inggris, Spanyol atau Italia. Kalah dari kualitas dan prestasinya.

Tapi Liga Indonesia punya banyak ‘prestasi’ yang mengalahkan liga top dunia tersebut, jika menukil sejarah perkelahian antar pemain, pengeroyokan wasit atau kebrutalan penonton.

Hal itu yang sekarang coba dibenahi pemerintah dan pengurus PSSI yang baru, meski memang harus bekerja ekstra keras.

Sudah saatnya Indonesia memiliki liga yang berkualitas dan memiliki citra positif. Jangan lagi menambah cerita sedih dalam persepakbolaan Indonesia jika target lolos piala dunia 2026 ingin terwujud.

Itulah gunanya mendatangkan pemain asing ke dalam liga, agar semangat, skill, profesional dan kedewasaannya bisa tertular kepada pemain-pemain lokal.

Buat pendukung Maung Bandung, sudah saatnya menyampaikan kejujuran kepada Michael Essien dan Carlton Cole.

Itu baru salam awal dari Yabes, Essien…

Masih banyak Yabes-Yabes lain yang jauh lebih ganas.

Selamat datang di rimba sepakbola Indonesia.

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional