Menu

Membuka Kotak Pandora KTP-El

  Dibaca : 311 kali
Membuka Kotak Pandora KTP-El
Membuka Kotak Pandora KTP-El

Muhammad Nazarudin memang benar-benar meluapkan ‘amarahnya’ saat dikorbankan sendirian menanggung dosa. ‘Nyanyiannya’ kini membuka terang benderang apa yang terjadi. Semua pengakuannya seakan membuka kotak Pandora yang mengeluarkan penyakit dan kesedihan serta membuat semua orang terbelalak dan terkaget-kaget.

Kasus terbaru, KTP-Elektronik (KTP-El), sangat mengguncang negara ini. Lihatlah sejumlah tokoh besar disebut terkait dengan korupsi berjamaah tersebut. Banyak dari mereka yang kaget, marah bahkan balik melaporkan kepada pihak berwajib karena dianggap mencemarkan nama baiknya.

Para anggota dewan aktif, mantan anggota dewan, bahkan gubernur di daerah disebut terkait dan menerima sejumlah aliran dana yang mencapai triliunan rupiah tersebut.

Pantas saja ketika melimpahkan berkas kasus ini ke pengadilan, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan kasus ini akan melibatkan sejumlah nama besar yang akan membuat rakyat Indonesia terkejut.

Hal itu perlahan mulai terbukti. Meski awalnya menolak, mereka satu demi satu tak bisa mengelak ketika disodorkan bukti sahih di pengadilan.

Hal ini jelas menguak permainan tingkat tinggi yang dilakukan para elit di negara ini. Sudah berpuluh-puluh tahun permainan dan kecurangan seperti ini terjadi, namun tak pernah terungkap.

Namun itulah, Tuhan tak pernah tidur, DIA selalu akan membuka kebenaran dengan jalan-NYA meski ditutupi sebaik mungkin oleh manusia. Kebusukan akan selalu tercium, meskipun itu disimpan cukup rapat.

Belasan orang bahkan sudah mengakui sebelum sidang dimulai dan langsung mengembalikan uang moiliaran rupiah yang mereka terima. Tapi mereka lupa, meski sudah mengembalikan uang yang diterima, tak akan pernah menghapus nama mereka ke dalam kasus hukum.

Rakyat semakin mengerti mengapa saat pelaksanaan proyek tersebut selalu kendala. Masyarakat pada akhirnya tahu, kenapa dalam pengurusan KTP selalu ada alasan alat rusak atau kehabisan blanko. Alasan yang sangat tidak masuk akal dengan anggaran triliunan tersebut.

Kini publik masih setia mengikuti dan menunggu babak akhirnya nanti. Biarlah semua menjadi terang-benderang. Pada akhirnya nanti, seluruh rakyat Indonesia akan tahu siapa sosok yang bersih dan berintegritas, sosok yang kotor dan korup, atau tokoh yang pura-pura baik dan santun tapi munafik.

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional