Menu

Waktu yang Tepat Untuk Bangsa Indonesia Menyepi

  Dibaca : 271 kali
Waktu yang Tepat Untuk Bangsa Indonesia Menyepi
Waktu yang Tepat Untuk Bangsa Indonesia Menyepi

Tahun 2017, umat Hindu di seluruh dunia merayakan Tahun Baru Saka 1929. Mereka melakukan Catur Brata Penyepian. Mereka akan melakukan empat tahapan dimulai dari Melasti, Tawur Agung, Nyepi dan Ngembak Gni.

Inti perayaan nyepi adalah dimulai dari membersihkan diri secara fisik dan batin, melepas segala nafsu duniawi yang tidak baik, kemudian menyepi merenungkan tentang perjalanan hidup yang sudah dilalui, dan selanjutnya mengakhirinya dengan silaturahmi saling menyebarkan energi positif sebagai manusia baru.

Makna perayaan hari raya Nyepi ini memang sepertinya tepat dilaksanakan bangsa Indonesia. Semenjak akhir tahun 2016 lalu, bangsa kita seperti mengalami degradasi moral.

Kebencian, fitnahan dan hasutan bertebaran di mana-mana. Yang dulunya kawan, bahkan saudara kini renggang dan terputus silaturahminya hanya karena berbeda pilihan dalam politik.

Bukan hanya itu, mereka yang seagama pun saling benci dan merasa paling benar. Saling mengklaim kelompoknya yang benar.

Bangsa Indonesia memang sedang melewati masa krusial pendewasaan bangsa. Apalagi kini dalam zaman informasi dan teknologi dengan akses internet melimpah, semuanya cepat sekali terhubung satu sama lain.

Sayangnya, kemajuan teknologi justru malah dipergunakan sebagian orang untuk menyebarkan berita bohong saling menjatuhkan. Beruntung negara ini masih tetap kokoh dengan pemimpin dan alat negaranya.

Memang saat ini merupakan waktu yang tepat bangsa Indoensia melakukan penyepian, merenungkan diri tentang kebaikan dan keburukan yang sudah terjadi. Tak perlu lagi ada saling benci di antara anak bangsa.

Bukankah bangsa ini didirikan oleh semua kelompok agama?, bukankah juga negara ini merdeka karena darah yang tercurah dari semua kelompok suku? Bukankah juga saat awal kemerdekaan, para pendahulu kita bergandengan tangan, menunjukkan saling toleransi dan tenggang rasa?

Mari kita buang semua bentuk kebencian yang ada di diri kita, menyucikan diri, merenungi semua kesalahan tidak perlu yang dilakukan serta kembali sebagai manusia baru dengan energi positif baru. Seperti makna yang diajarkan dalam perayaan Nyepi.

Bangsa Indonesia adalah bangsa besar, tak boleh mengalami nasib serupa seprti kebanyakan bangsa di Timur Tengah dan Afrika.  Lihatlah kini nasib Suriah, Irak, Afghanistan, Nigeria dan sejumlah negara lainnya. Akibat kebencian kini mereka hancur, warganya tak bisa menjalani hidup secara normal.

Sudah saatnya bangsa Indonesia menunjukkan jatidirinya sebagai bangsa besar. Bangsa yang maju dan menjadi negara unggul disegani di dunia. Namun itu semua harus berawal dari warga negaranya. Hal terkecilnya, itu dimulai dari diri sendiri.

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional