Menu

Carlos, Si Kidal Raja Gol Aneh

  Dibaca : 337 kali
Carlos, Si Kidal Raja Gol Aneh
Carlos, Si Kidal Raja Gol Aneh

Ketika Real Madrid melakoni pertandingan tandang di ajang Copa del Rey, tepatnya tanggal 21 Februari 1998 ada sebuah gol yang tercipta dan hingga kini sulit dipercaya nalar.

Menerima umpan terobosan dari lini tengah, saat itu bola yang hampir melewati garis lapangan pertahanan Tenerife. Kemudian langsung disambut dengan sepakan keras oleh pemain plontos Real Madrid bernomor punggung 3. Gol…

Pemain plontos bertubuh pendek nan kekar kita kenal bernama Roberto Carlos. Dialah bek kiri yang pernah dimiliki Ral Madrid dan tim nasional Brazil. Selain jago bertahan, dia juga kerap membantu penyerangan dan sering menciptakan gol.

Gol tersebut ternyata bukan satu-satunya gol aneh yang pernah diciptakan Roberto Carlos. Setahun sebelumnya, saat tim nasional Brazil melakukan uji coba dengan tim nasional Perancis dalam ajang Tournoi de France 1997, Carlos menciptakan sebuah gol indah.

Gol itu bahkan diulas khusus para ilmuwan karena dianggap tidak mungkin. Ada yang berpendapat gol tersebut dibantu kekuatan angin yang bertiup.

Gol itu sendiri berawal ketika striker Brazil, Ronaldo dijepit dua orang pemain ketika sedang menggiring bola. Carlos Dunga yang akan mengambil tendangan bebas tersebut kemudian menyerahkan tendangan bebas kepada Roberto Carlos.

Mengambil ancang-ancang sekitar sepuluh meter, Carlos melakukan tendangan keras. Bola kemudian menyamping menjauhi pagar betis pemain Perancis. Namun semakin mendekati gawang, bola tiba-tiba berbelok arah.

Sang kiper yang juga sama-sama plontos, Fabian Barthez hanya bisa terpana melihat gol itu menggetarkan jala gawangnya. Gol itu bahkan dilabeli sebagai salah satu gol terbaik FIFA.

Roberto Carlos mengawali karirnya di klub Brazil Palmeiras. Debutnya di sepak bola juga termasuk terlambat ketika dia memulai pertandingan resmi pertamanya saat berusia 20 tahun. Meski begitu, kemampuan dan kegesitannya terlihat pencari bakat klub kaya asal Italia, Inter Milan.

Setahun bersama Inter Milan, Carlos menuju ke raksasa Spanyol Real Madrid. Di klub inilah Carlos mencapai kesuksesan sebagai pemain. Dia menjadi bagian Los Galacticos atau tim dari galaksi lain yang dihuninya bersama Raul Gonzales, Fernando Hierro, Zinedine Zidane, Luis Figo, David Beckham, dan Ronaldo.

Roberto Carlos membantu Madrid menjadi juara La Liga empat kali (1996–97, 2000–01, 2002–03, 2006–07) dan juara Champion tiga kali (1997–98, 1999–2000, 2001–02). Selain itu Carlos juga mempersembahkan Supercopa 3 kali, Super cup 1 kali dan Piala Toyota 2 kali.

Roberto Carlos bermain selama 11 musim bersama Madrid dan mencetak 47 gol dari 370 pertandingan la liga.  Total selama membela Madrid di semua ajang kompetisi, Carlos mempersembahkan 71 Gol dari 584 pertandingan. Sebuah pencapaian luar biasa dan sulit disaingi pemain manapun yang berposisi sebagai bek kiri.

Di penghujung karirnya bersama Madrid tahun 2006, Januari 2006, Roberto Carlos membukukan rekor sebagai pemain non Spanyol yang paling banyak bermain bagi klup tersebut dengan 330 pertandingan, memecahkan rekor yang dipegang Alfredo Di Stefano dengan 329 pertandingan.

Bersama tim nasional Brazil, Carlos juga menggapai semua gelar yang ada. Dia turut menjadi pilar dalam piala dunia 2002 di Jepang-Korsel. Bersama Cafu di sisi kanan, keduanya disebut sebagai dua perpaduan wingback terbaik yang pernah ada.

Carlos juga meraih piala Copa Amerika dua kali tahun 1997 dan 1999 serta mempersembahkan trofi FIFA konfederasi  pada tahun 1997. Roberto Carlos bermain 125 kali untuk tim nasional Brasil dan mencetak 11 gol.

Setelah hengkang dari Madrid, Carlos sempat bermain di liga Turki, Brazil kemudian mengakhiri karirnya di liga Rusia.

Roberto Carlos hingga kini menjadi fenomena sepakbola. Meski terbilang memiliki tubuh yang tak atletis namun dia mempunyai kemampuan dan kekuatan fisik luar biasa. Dia juga memiliki kecepatan dan tendangan sangat keras nan mematikan.

Hingga kini, publik sepakbola terus mengingatnya sebagai bek kiri modern yang memiliki kemampuan menyerang dan bertahan sama baiknya. Carlos disebut-sebut sebagai beki kiri terbaik dunia yang pernah lahir di sepakbola.

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Protected by Copyscape

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional