Menu

Ahok yang Kini Jadi Basuki

  Dibaca : 324 kali
Ahok yang Kini Jadi Basuki
Ahok yang Kini Jadi Basuki

Siapa yang tak kenal Ahok? Di negara Indonesia popularitas nama Ahok sangat tinggi. Satu-satunya nama yang bisa menyaingi ketenaran nama tersebut hanyalah Jokowi, sang presiden.

Bernama lengkap Basuki Tjahaya Purnama terlahir dari orang tua keturunan Tionghoa yang sudah mempunyai kewarganegaraan Indonesia, Basuki Tjahaya Purnama dipanggil Ahok sebagai nama kesayangan.

Sejak itulah, nama itu melekat sebagai nama panggilannya. Sejak masuk ke dunia politik dan terpilih menjadi anggota DPRD, nama Ahok lebih familiar untuk menyapanya. Bahkan, setelah menjadi anggota DPR RI, Wakil Gubernur DKI dan Gubernur DKI, nama Ahok makin harum dikenal.

Hingga di penghujung masa kepemimpinannya di akhir tahun 2016 sebelum memulai masa kampanye Pemilihan Gubernur 2017, sebuah masalah pelik menghantamnya. Ahok dituduh melakukan penodaan agama Islam.

Dia diserang karena lisannya tidak bisa dijaga. Bahkan Ahok di demo ratusan ribu orang yang memintanya harus dipenjara. Sejak itu, semua kata-kata kasar yang pernah terlontar dari mulutnya kembali diungkit untuk menyerang dirinya.

Jadilah Ahok pesakitan ketika didakwa dalam pengadilan sebagai penoda Agama. Untung saja Ahok tidak ditahan dan merasakan dinginnya lantai ruang tahanan serta pengapnya dikurung di ruangan 1,5 m x 2 m tersebut.

Setelah tersangkut masalah penodaan Agama, ada yang frontal dan signifikan berubah dari Ahok. Dia terlihat jarang berbicara di media, apalagi menanggapi persoalan hukumnya. Semua masalah pemerintahan juga lebih banyak diserahkan kepada sang wakil, Djarot Saeful Hidayat.

Dan yang membuat kaget, ketika Ahok memproklamirkan menjadi orang yang baru. Kini dia enggan dipanggil Ahok lagi. Sekarang dia lebih suka dipanggil Basuki.

Ya, kasus hukum yang menimpa Ahok membuat dirinya mengevaluasi diri. Dia kini bertransformasi menjadi lebih santun. Bahkan dia sempat mengakui sejak kejadian di pulau seribu tersebut, dia belajar kesantunan ala jawa milik Djarot Saeful Hidayat.

Perubahan Basuki ini jelas berpengaruh dalam perolehan suara yang diperolehnya di hari pencoblosan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta putaran pertama. Basuki bersama Djarot akhirnya menjadi kontestan yang mendapat suara tertinggi.

Menjelang hari pencoblosan putaran kedua, dalam sebuah debat yang dilangsungkan sebuah stasiun TV swasta juga sangat terlihat perubahan. Basuki kini jauh berbeda dengan karakter Ahok yang meledak-ledak. Ketika dia berulang kali diserang dengan sindiran oleh calon gubernur rivalnya, Basuki tetap bergeming.

Dia tenang dan tak tepancing, bahkan Basuki enggan membalas sindiran tersebut dengan hal serupa

Kini masyarakat Indonesia dan Jakarta khususnya melihat sebuah perubahan signifikan dari seorang Ahok menjadi seorang Basuki. Akankah hal itu juga mempengaruhi perolehan suara dalam putaran kedua 19 April nanti?

Biar waktu yang menjawab…

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional