Menu

Beckenbauer, Sukses Sebagai Pemain dan Pelatih

  Dibaca : 354 kali
Beckenbauer, Sukses Sebagai Pemain dan Pelatih
Beckenbauer, Sukses Sebagai Pemain dan Pelatih

Piala dunia 1990, Argentina bersama Diego Armando Maradona diyakini akan kembali meraih gelar juara dunia. Trio jerman yang bermain untuk Inter Milan waktu itu diperkirakan tak bisa menghadang Maradona melakukan sihirnya. Namun, dalam pertandingan tersebut ada sebuah strategi yang hingga kini akan terus diingat. Hal itu adalah dipasangnya Guido ‘Diego’ Buchwald untuk mengawal Maradona dalam setiap langkah. Taktik man to man marking tersebut, membuahkan hasil, Jerman meraih piala dunia untuk ketiga kalinya di Roma. Maradona hingga menangis terisak, tak percaya dengan hasilnya, Argentina dikalahkan gol tunggal penalti, Andreas Brehme.

Nama yang melejit waktu itu tak lain adalah sang pelatih, Franz Bekenbauer. Strategi briliannya tersebut dipuji sebagai kunci jerman tampil sebagai juara. Atas prestasi tersebut dia dinobatkan sebagai the real Der Kaiser. Beckenbauer menjadi satu-satunya orang di Jerman yang berhasil meraih piala dunia sebagai pemain dan pelatih. Meski sebenarnya, panggilan Kaisar kepadanya, sudah lebih dahulu hadir saat dia masih menjadi pemain.

Beckenbauer mulai berlatih sepak bola di klub lokal, SC München 06 pada usia 13 tahun dengan berposisi sebagai penyerang. Saat itu dia mengidolakan penyerang tim nasional Jerman Barat, Fritz Walter. Penampilan Beckenbauer makin impresif terlihat ketika dia bergabung dengan Bayern Munchen. Posisinya beralih sebagai sayap kiri, kemudian menjadi pemain belakang sebagai libero.

Bayern kemudian memenangkan trofi juara liga 3 tahun berturut-turut dari 1972-1974. Bersama lima pemain Jerman Barat lain yakni, Sepp Maier, Paul Breitner, Georg Schwarzenbeck, Uli Hoeness dan Gerd Muller, Munchen dengan kapten tim Beckenbauer meraih gelar liga champion tiga kali berturut-turut.

Di level Timnas, Beckenbauer membawa Jerman Barat mengalahkan Uni Soviet untuk meraih gelar juara Eropa 1972. Beckenbauer berhasil juga membawa Jerman Barat mengandaskan perlawanan Belanda dengan Johan Cruyffnya di Final piala dunia 1974. Beckenbauer akhirnya dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eropa untuk kedua kalinya 1974 setelah yang pertama pada 1972. Total Beckenbauer memberikan 14 Trofi juara untuk Munchen dalam 427 penampilannya.

Setelah membawa Jerman Juara dunia, dia sempat berpindah tim untuk melatih. Hingga tahun 1993, Beckenbauer menjadi pelatih klub yang membesarkannya, Bayern Munchen. Beckenbauer mengantarkan Munchen meraih gelar juara Bundesliga pada 1994 dan Juara Piala UEFA pada 1996. Ia Tahun 1994, Beckenbauer akhirnya ditunjuk menjadi presiden klub karena prestasinya yang luar biasa. Tahun 2002, Munchen memberikan gelar Presiden Kehormatan seumur hidup untuk Beckenbauer.

Tahun 2006, saat Jerman menjadi tuan rumah piala dunia, Beckenbauer menjadi ketua panitia piala dunia. Publik Jerman berharap, Beckenbauer bisa kembali memecahkan rekornya sebagai orang yang sukses sebagai pemain, pelatih dan ketua penyelenggara untuk meraih gelar piala dunia. Sayang, Jerman harus kandas di babak semifinal oleh Italia.

Prestasi Beckenbauer memang luar biasa. Sebagai pemain dan pelatih dia disebut sebagai orang yang sukses. Dia menjadi pelopor bek pintar yang bisa memulai penyerangan. Dia juga piawai mengeksekusi bola-bola mati. Banyak pemain yang disebut bisa menggantikan perannya, namun hingga saat ini tak pernah tejadi. Beckenbauer adalah legenda Munchen, legenda Jerman bahkan legenda sepakbola yang pernah ada. Kepemimpinan dan visi bermainnya selalu menjadi dikenang dalam dunia sepak bola. Beckenbauer layak menyandang sebutan Kaisar sepakbola.

Penulis: Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional