Menu

Comeback Barca vs PSG yang Akan Terus Dikenang

  Dibaca : 304 kali
Comeback Barca vs PSG yang Akan Terus Dikenang

Tim Asal Spanyol, Barcelona (9/3/17) membuat sejarah baru di LIga Champion, setelah membuat comeback di leg ke-2 babak 16 besar tahun 2016/2017 dengan kemenangan 6-1 atas wakil perancis, Paris Saint Germain (PSG).

Dalam pertemuan pertama yang dilangsungkan di Paris, Lionel Messi dan kolega tersakiti dengan empat gol tak berbalas oleh PSG. Hal ini membuat anak asuh Luis Enrique harus menang minimal dengan selisih lima gol, sesuatu yang dianggap banyak kalangan sepakbola sesuatu yang mustahil.

Namun Barca is Barca, bagi mereka sebelum 90 menit kedua berakhir, perjuangan harus dilakukan, sekecil apapun peluangnya. Untuk memompa semangat anak asuhnya, Enrique yang bakal mengakhiri jabatannya di akhir musim, saat ditanya wartawan optimis mengatakan timnya bisa mencetak enam gol.

Saat memasuki stadion kebanggaan Nou Camp, terlihat Enrique membuat perjudian besar dengan hanya memasang tiga bek, Pique, Mascherano dan Umtiti. Namun hal tersebut sangat dimahfumi, karena baginya misi utama adalah mengejar banyak gol. Dengan materi pemain utama termasuk trio Amerika latin Messi, Suarez, Neymar, Barcelona memulai kickoff dengan dukungan gemuruh seisi stadion.

Menit ke-3, menerima umpan Rafinha, Luis Suarez langsung menciptakan asa besar saat mencetak gol pertama. Serangan demi serangan yang dilakukan Barcelona terus mengurung pertahanan PSG namun belum membuahkan gol. Hingga di akhir babak pertama, gerakan backheel Andreas Iniesta membuat Kurzaawa melakukan gol bunuh diri. Skor 2-0 untuk Barcelona hingga turun rehat.

Memasuki babak kedua, Barcelona sadar mereka mesti menciptakan minimal dua gol lagi untuk memperpanjang tiket mereka di liga champion, itu pun tak boleh kebobolan. Sampai Akhirnya, Neymar yang menusuk dari sisi kanan pertahanan PSG, tejatuh di dalam kotak 11 yard. Pinalty kick. Messi yang mengambil tugas maha berat tersebut terlihat begitu tegang sebelum eksekusi. Sempat terbaca arahnya, namun bola hujaman Messi tetap menggetarkan gawang Trapp. Skor 3-0 untuk Barcelona, itu berarti tinggal satu gol mereka bisa menyamakan agregat.

Namun petaka datang, ketika Pique yang bermain-main meliuk melewati pemain lawan dari garis belakang, harus membuat pelanggaran. Saat tendangan bebas dilakukan, Ivan Rakitic lengah membiarkan Kurzawa melakukan umpan tarik dengan kepala kepada Edison Cavani, dan sepakan iris kakin kanan si anjing gila ini berhasil menusuk deras ke gawang Barcelona.

Seketika Asa yang membuncah, langsung hancur tak berbekas. Barcelona harus menciptakan tiga gol di waktu kurang lebih 15 menit terakhir. Semua pihak sepakat the game is over. Barcelona tersingkir.

Enrique lagi-lagi membuat keputusan mengerikan, dengan menarik sang kapten Andreas Iniesta, Rafinha dan Ivan Rakitic. Semangat juang Arda Turan, stamina muda Sergi Roberto dan si jangkung Andre Gomes dimasukkan di babak kedua.

Hingga menit ke 87, pemain Barca terlihat frustasi membobol gawang PSG. Semenit kemudian, Neymar dijatuhkan di dekat kotak pinalti. Mantan Kapten tim Brasil tersebut mengeksekusi tendangan bebas tersebut dengan sepakan melengkung indah yang membuat Trapp hanya terpaku. Dan Gol… Namun gol itu dirasa hanya sebagai gol pelipur Lara bagi Barcelona.

Satu menit sebelum waktu normal berakhir, pemain terbaik dunia lima edisi, Leo Messi mengirimkan umpan jauh kepada Luis Suarez yang ada di kotak penalti. Tak sempat mengontrol bola, Suarez dianggap dilanggar marquinhos dan sang wasit menunjuk titik putih lagi.

Neymar yang moralnya baru terangkat mengambil tanggung jawab yang jauh lebih berat tersebut. Mengambil langkah sedikit jauh, dia mengeksekusinya dengan baik. Gol… Agregat menjadi 5-5, namun PSG diuntungkan dengan aturan gol tandang. Di sinilah momen kebangkitan para penggawa Barcelona, terlecut dengan waktu tambahan yang terpampang 4 menit, mereka tahu mereka masih punya kans untuk mencetak gol bersejarah.

Berawal dari sebuah tendangan bebas, Neymar  mengirimkan umpan langsung ke kotak pinalti. Sergi Roberto yang lolos dari jebakan offside langsung menyentuh bola lob dengan kaki kirinya, dan….

Stadion Nou Camp meledak, bergemuruh sepuluh kali lipat dari biasanya. Semua pemain terlihat emosional merayakan hasil tak masuk akal tersebut. Messi bahkan menunjukkan ekspresi kegirangan luar biasa dan  langsung menuju ke tribun penonton untuk merayakannya.

Ya, kemenangan ini akan terus dikenang. Sejarah ini seakan menutupi perjuangan heroik tim asal Spanyol lainnya, Deportivo “Super Depor” La Coruna saat membalikkan kekalahan 1-4 oleh AC Milan menjadi 4-0 di kandang sendiri.

Hasil yang ditorehkan Barcelona nampaknya tak akan bisa diulangi berpuluh-puluh tahun, mungkin juga ratusan tahun. Sejarah telah tercipta, disambut pujian dan ungkapan tidak percaya dari semua pihak.

Itulah sepakbola, selalu dinanti karena sisi kontroversial dan emosionalnya.

 Penulis: Franky Guntur Tangkudung

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional